Breaking News
Memuat breaking news...

Raih 60,95 Persen Suara, Naufal Aruli Pimpin OSIS Sukma Bangsa Pidie

Redaksi
Redaksi
Kamis, 29 Oktober 2026 - 12.01 PM WIB
Raih 60,95 Persen Suara, Naufal Aruli Pimpin OSIS Sukma Bangsa Pidie
Siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie mengikuti arahan dalam Pesta Demokrasi Siswa, Selasa (20/10/2026). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SIGLI (Waspada.id): M. Naufal Aruli terpilih sebagai Ketua OSIS Sekolah Sukma Bangsa Pidie periode 2026–2027 setelah Partai Kesatuan Sukma (Parkes) meraih 270 suara atau 60,95 persen dari total 443 suara sah. Naufal akan didampingi Abidal Alqarani sebagai Wakil Ketua dan Della sebagai Wakil Ketua II.

Pemilihan yang menjadi puncak Pesta Demokrasi Siswa tersebut berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan meliputi debat kandidat, pemungutan suara, dan penghitungan suara sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Parkes memperoleh 270 suara (60,95 persen), disusul Partai Aksi Pelajar (PAP) dengan 98 suara (22,12 persen), serta Partai Kemitraan Rasional Sukma (KRISS) sebanyak 75 suara (16,93 persen).

Ketiga partai tersebut mengusung kandidat masing-masing. Parkes mengusung M. Naufal Aruli, Abidal Alqarani, dan Della. PAP mengusung Aisyah Afiqah, Ramdhani, dan Misbahuddin. Sementara KRISS mengusung Teuku Raffa Najwan, Faris Adzaki, dan Hania Shakira.

Demokrasi melalui Partisipasi

Untuk memastikan proses pemilihan berjalan tertib dan sesuai ketentuan, Sekolah Sukma Bangsa Pidie menerapkan mekanisme penyelenggaraan dan pengawasan yang melibatkan siswa serta guru.

Komisi Pemilihan OSIS (KPO) bertugas menyelenggarakan seluruh tahapan pemilihan, mulai dari persiapan hingga pemungutan suara. Mekanisme tersebut mengadaptasi fungsi Komisi Independen Pemilihan (KIP) dalam penyelenggaraan pemilu di Aceh. KPO dipimpin oleh Tiara dari kalangan siswa.

Sementara itu, guru menjalankan fungsi pengawasan yang mengadaptasi peran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Pengawasan tersebut bertujuan memastikan setiap tahapan berlangsung tertib, adil, dan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Pembina OSIS Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Muhammad Syawal, mengaku bangga melihat antusiasme siswa dalam mengikuti proses demokrasi di lingkungan sekolah.

“Sebagai pembina OSIS, saya merasa senang dan bangga melihat antusiasme siswa dalam menjalankan proses demokrasi. Sejak tiga tahun terakhir, kami di Sukma mulai memperkenalkan sistem partai siswa agar mereka mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana proses demokrasi berlangsung, mulai dari pembentukan partai, penyampaian gagasan, kampanye, hingga pemungutan suara,” ungkap Muhammad Syawal.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membantu siswa memahami bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan memilih pemimpin, tetapi juga mencakup tanggung jawab, penghormatan terhadap perbedaan pilihan, kepatuhan terhadap aturan, serta kesediaan menerima hasil pemilihan.

Pesta Demokrasi Siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie tidak hanya mencakup pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS, tetapi juga proses rekrutmen anggota OSIS periode 2026–2027.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengembalian formulir dan pengambilan nomor urut kandidat pada 9 Oktober 2026. Selanjutnya, kampanye, persiapan visi dan misi, serta pembukaan pendaftaran calon anggota OSIS berlangsung pada 12–16 Oktober 2026.

Pada 20 Oktober, kegiatan dilanjutkan dengan debat kandidat, pemungutan suara, dan penghitungan suara. Wawancara calon anggota OSIS tahap pertama dijadwalkan pada 21–22 Oktober, dengan pengumuman hasil seleksi pada 23 Oktober 2026.

Seleksi tahap kedua berlangsung pada 26–28 Oktober 2026, sedangkan pengumuman hasilnya dijadwalkan pada 29 Oktober. Seluruh rangkaian akan ditutup dengan serah terima jabatan (sertijab) dan penetapan kepengurusan OSIS periode 2026–2027 pada 31 Oktober 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Sukma Bangsa Pidie memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan demokrasi, menyampaikan gagasan, berkompetisi secara sehat, menggunakan hak pilih, serta belajar menjalankan tanggung jawab organisasi.

Pesta demokrasi siswa ini menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan dan pembentukan karakter, dengan menekankan nilai integritas, partisipasi, serta penghormatan terhadap perbedaan. (id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement