Raih SMSI Award 2026, Bupati Abdya Safaruddin: Penghargaan Ini Harus Saya Buktikan Dengan Kinerja


BANDA ACEH (Waspada.id): Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin menyebut penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggerak Pembangunan Wilayah Barat Selatan Aceh yang diterimanya justru menjadi beban moral. Dia mengatakan penghargaan tersebut harus dibuktikan melalui kinerja dan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.
“Yang pertama, saya malah bukan bangga atas apresiasi ini, tapi bagi saya ini beban. Karena sudah mendapatkan sebuah pencitraan yang harus saya buktikan sesuai dengan realitanya,” kata Safaruddin dalam Malam Anugerah SMSI Aceh di Banda Aceh, Sabtu, (05/09/2026).
Safaruddin menerima penghargaan tersebut dalam ajang Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Award 2026. Selain Safaruddin, sebanyak 19 tokoh dan institusi lainnya juga menerima penghargaan atas kiprah, dedikasi, inovasi, dan kontribusi mereka terhadap pembangunan serta kemajuan masyarakat Aceh.
Para penerima penghargaan berasal dari berbagai latar belakang, antara lain pemerintahan, legislatif, dunia usaha, sektor energi, sosial kemasyarakatan, dan bidang lainnya. Institusi kejaksaan juga menjadi salah satu penerima penghargaan dalam acara tersebut.
Safaruddin mengatakan penghargaan yang diterimanya menjadi pengingat agar dia dapat menjalankan amanah sebagai pemimpin daerah dengan baik. Dia juga berharap kiprahnya dapat memberikan inspirasi, khususnya kepada generasi muda Aceh.
“Mudah-mudahan saya mampu menjaga amanah menjadi pemimpin daerah yang bisa menginspirasi, terutama sekali bagi anak-anak muda di Aceh,” ujarnya.
Menurut Safaruddin, semangat dan energi generasi muda perlu dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan daerah. Dia berkomitmen mengerahkan kemampuan dan semangat juangnya untuk membawa Aceh Barat Daya menjadi lebih baik.
Safaruddin mengatakan pembangunan Aceh Barat Daya tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.
Dia berharap pembangunan ke depan dilakukan dengan kekuatan bersama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Dia mengajak masyarakat menghentikan berbagai bentuk perpecahan dan perbedaan pandangan yang dinilai dapat menghambat proses pembangunan daerah.
“Kita butuh kekuatan bersama, kolaborasi. Kita menghentikan segala bentuk perpecahan dan perbedaan pandangan,” kata Safaruddin.
Dia juga meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah daerah untuk menjalankan visi dan misi yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Menurut Safaruddin, dukungan masyarakat diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan maksimal. Dia mengatakan kritik terhadap pemerintah tetap dibutuhkan selama disampaikan secara konstruktif.
“Kalaupun ada kritik terhadap yang belum baik, mudah-mudahan itu menjadi sebuah bentuk saran dan pendapat yang bisa konstruktif bagi pemerintah daerah khususnya,” ujarnya.
Safaruddin berharap seluruh pihak mengambil peran dalam pembangunan Aceh Barat Daya sehingga visi pemerintah daerah dapat diwujudkan secara bersama-sama.
Ketua SMSI Aceh Aldin NL mengatakan SMSI Aceh Award 2026 bukan sekadar seremoni. Menurut dia, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para tokoh dan institusi agar terus memberikan karya terbaik bagi masyarakat.
“SMSI Award diharapkan menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus berkontribusi, berinovasi dan menghadirkan gagasan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan Aceh,” ujar Aldin.(id66)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda