Rakernas Evaluasi Haji 2026: Wamen Haji Minta Jajarannya Tak Cepat Puas Diri


JAKARTA (Waspada.id): Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah agar tidak cepat berpuas diri atas berbagai apresiasi yang diterima dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Ia menegaskan, seluruh capaian harus menjadi pijakan untuk memperkuat evaluasi dan perbaikan layanan secara berkelanjutan.
“Cukup semua puja dan puji, cukup semua apresiasi. Saatnya kita untuk terus berbenah, saatnya kita untuk terus mengoreksi hasil-hasil kerja kita. Berbenah tanpa henti, koreksi tanpa berputus,” ujar Dahnil saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Haji 1447H/2026M di Lapangan Makodau I, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dahnil menegaskan bahwa seluruh aparatur kementerian memikul tiga amanah utama, yakni amanah dari Allah SWT, amanah dari jamaah haji dan rakyat Indonesia, serta amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Ketiganya, kata dia, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Selain itu, ia kembali menekankan pentingnya Tri Sukses Penyelenggaraan Haji sebagai arah kebijakan utama kementerian.
Pertama, sukses ritual, yakni memastikan seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar, aman, dan nyaman, dengan dukungan layanan transportasi, akomodasi, serta pelayanan jamaah yang optimal.
Kedua, sukses ekosistem ekonomi haji, yaitu menjadikan penyelenggaraan haji sebagai penggerak ekonomi nasional. Ia menyebut potensi perputaran dana haji dan umrah mencapai sekitar Rp180 triliun per tahun yang perlu memberi dampak nyata bagi perekonomian Indonesia.
Ketiga, sukses peradaban dan keadilan, yakni menjadikan ibadah haji sebagai sarana transformasi nilai bagi bangsa, bukan sekadar ritual keagamaan atau aktivitas ekonomi.
Dahnil mencontohkan sejumlah tokoh bangsa seperti Oemar Said Tjokroaminoto, Ahmad Dahlan, dan Hasyim Asy'ari yang sepulang dari Tanah Suci membawa semangat pembaruan dan kebangsaan bagi Indonesia. Ia berharap penyelenggaraan haji ke depan juga mampu melahirkan spirit serupa di kalangan jamaah Indonesia.(id11).












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda