Breaking News
Memuat breaking news...

Rapidin Simbolon: Ruas Jembatan Merah–Simpang Gambir Madina Perlu Dinaikkan Status Jadi Jalan Nasional

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 10.32 PM WIB
Rapidin Simbolon: Ruas Jembatan Merah–Simpang Gambir Madina Perlu Dinaikkan Status Jadi Jalan Nasional
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIABU (Waspada.id): Anggota DPR RI Komisi XIII sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs. Rapidin Simbolon, M.M., mendesak percepatan peningkatan status ruas jalan Jembatan Merah–Muarasoma–Simpang Gambir di Kabupaten Mandailing Natal menjadi jalan nasional.

Langkah itu tinggal menunggu proposal resmi dari Bupati Mandailing Natal untuk kemudian diajukan ke Kementerian PUPR melalui Komisi V DPR RI.

Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan usai menyerahkan kartu Program Indonesia Pintar (PIP) di Balai Desa Siabu, Jumat sore (7/8).

Jalan yang kini berstatus jalan provinsi itu menjadi akses utama menuju Kecamatan Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Sinunukan, Batahan, Natal, hingga Muara Batang Gadis. Kondisinya kerap rusak parah dan rawan longsor, terutama saat musim hujan, padahal setiap hari dilewati kendaraan berat pengangkut kelapa sawit.

"Sudah 27 tahun Kabupaten Madina berdiri, jalan itu terkesan belum tertangani secara optimal. Ratusan ribu hektare lahan sawit di Pantai Barat hasilnya dikirim ke luar daerah, sudah saatnya kembali ke daerah," ujar Rapidin.

Ia menambahkan, wacana kawasan ekonomi khusus di Pantai Barat serta keberadaan Bandara Bukit Malintang dan Pelabuhan Batahan semakin menuntut akses yang lancar dan andal. Jalan nasional harus tersambung dengan jalan nasional, sehingga perbaikan dan pemeliharaan menjadi lebih cepat dan berkelanjutan.

Menurutnya, setelah statusnya naik menjadi jalan nasional, pemerintah daerah dapat membangun jalur pengganti yang kemudian diusulkan kembali menjadi jalan provinsi.

Di tempat terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Teguh W. Hasahatan, S.H., M.H., mendukung usulan tersebut. Ia menegaskan, banyak kendaraan pengangkut kelapa sawit yang melintas menyetor pajak ke pusat, sehingga sudah selayaknya pengembalian berupa perbaikan infrastruktur di daerah. Jalan itu juga menjadi penghubung vital antara kawasan Pantai Barat dengan Bandara Abdul Haris Nasution dan sebaliknya menuju Pelabuhan Batahan.

Rapidin juga berharap APBD Sumut dapat digenjot hingga mencapai Rp20 triliun agar pembangunan lebih berkeadilan, dan pajak yang diambil dari daerah dapat dikembalikan dalam bentuk peningkatan pelayanan serta infrastruktur. (id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement