Ratusan Infrastruktur di Langsa Masih Rusak Pascabanjir, PUPR Baru Tuntaskan 30 Titik


LANGSA (Waspada.id): Banjir besar November 2025 meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi Kota Langsa. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pertanahan Kota Langsa mencatat ratusan infrastruktur rusak. Namun, hingga kini baru 30 pekerjaan yang berhasil dituntaskan.
Plt. Kepala Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Langsa, Moulya Al Ikhsan, S.STP., M.M., ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/11/2026), mengungkapkan bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) akan berjalan selama tiga tahun dengan target pemulihan 100 persen.
Berdasarkan data kegiatan rehab rekon Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Langsa, kerusakan meliputi 82 ruas jalan, dengan 16 ruas di antaranya baru ditangani; tujuh jembatan rusak, dengan satu jembatan baru diperbaiki; serta 310 titik drainase lingkungan rusak, dengan sembilan titik baru ditangani.
“Rehab rekon ini kita lakukan bertahap selama tiga tahun. Semua akan kita selesaikan sesuai prioritas,” ujar Moulya.
Berdasarkan data, sebanyak 30 pekerjaan yang sudah selesai terdiri atas 16 ruas jalan, yakni Jalan Aceh Kongsi, Jalan Imum Bardan, Jalan Islamic Center, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Sudirman Ujung, Jalan Pajak Ikan, Jalan Panglima Polem, Jalan Perumnas, Jalan Syah Kuala, Jalan T. Fakinah, Jalan T.M. Daud Beureueh, Jalan Tengku Umar, Jalan T.M. Zen, Jalan SMEA, dan Jalan M. Nuh AR.
Sementara itu, dari tujuh jembatan yang rusak, baru satu yang sudah ditangani, yakni Jembatan Meurandeh di Kecamatan Langsa Lama.
Selanjutnya, sembilan saluran drainase yang telah ditangani meliputi Jalan Panglima Polem, Jalan T. Cik Ditunong, Jalan T. Cik Paya Bakong, Jalan Cut Nyak Dhien, Jalan T. Umar, Jalan Pondok Pabrik, Jalan Langsat Pondok Pabrik, Jalan Manggis Pondok Pabrik, dan Jalan Pondok Keumuning.
Selain itu, tiga normalisasi saluran induk yang telah dilakukan meliputi Saluran Induk Gampong Lengkong/Gedubang, Saluran Induk Meurandeh/Asam Peutek, dan Saluran Induk Gampong Buket Meudang Ara/Simpang Wie. Penanganan lainnya berupa satu pembangunan bronjong di kawasan Krueng Langsa, Gampong Teungoh.
Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Langsa belum merincikan total kerugian akibat banjir pada penghujung 2025 lalu.
Dengan masih adanya ratusan titik kerusakan yang belum tersentuh penanganan, pemulihan total infrastruktur Langsa masih membutuhkan kerja ekstra dan anggaran besar.
Penanganan berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai tahapan pelaksanaan kegiatan.
Dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi diharapkan terus mengalir agar program rehab rekon selama tiga tahun ini dapat tuntas 100 persen.
“Kami berharap masyarakat bersabar. Semua kerusakan yang tercatat pasti akan kita tangani secara bertahap. Target kami Langsa kembali pulih total,” harapnya. (id75)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda