Breaking News
Memuat breaking news...

Realisasi Anggaran Program MBG Capai Rp101,1 Triliun

Redaksi
Redaksi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 6.38 AM WIB
Realisasi Anggaran Program MBG Capai Rp101,1 Triliun
Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8/2026). (Liputan6.com)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional. Hingga akhir triwulan II 2026, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp101,1 triliun dan menjangkau 63,13 juta penerima manfaat di berbagai daerah.

Selain memperluas cakupan MBG, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp13,1 triliun untuk Program Sekolah Rakyat yang digunakan mendukung pembangunan 104 sekolah permanen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, capaian tersebut menunjukkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai agent of development atau penggerak pembangunan dalam mempercepat berbagai program prioritas pemerintah.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Di saat yang sama, APBN juga tetap menjalankan fungsi sebagai shock absorber atau peredam gejolak ekonomi sekaligus protecting the poor melalui berbagai program perlindungan sosial.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah telah merealisasikan subsidi energi sebesar Rp116 triliun dan kompensasi energi Rp116,9 triliun hingga akhir semester I 2026. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) maupun pangan.

Pemerintah juga terus memperkuat perlindungan bagi masyarakat miskin dan rentan melalui berbagai program bantuan sosial. Hingga akhir triwulan II 2026, realisasi anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai Rp14,5 triliun, Kartu Sembako sebesar Rp19,7 triliun, serta Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp8,8 triliun.

"Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah juga memberikan berbagai paket stimulus yang mendukung keberlanjutan usaha dan aktivitas ekonomi, antara lain insentif perpajakan untuk penulis nasional, diskon transportasi pada periode libur lebaran dan sekolah, serta program magang dan vokasi," kata Purbaya.

Secara keseluruhan, belanja negara hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp1.656 triliun atau tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen secara tahunan.

Menurut Purbaya, kenaikan belanja tersebut didorong oleh pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran tunjangan hari raya (THR), gaji ke-13 aparatur sipil negara, manfaat pensiun, hingga subsidi dan kompensasi energi.

Di sisi penerimaan, kinerja APBN juga menunjukkan hasil positif. Hingga akhir triwulan II 2026, pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau meningkat 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penerimaan perpajakan masih menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen secara tahunan. Capaian tersebut didukung membaiknya kondisi ekonomi nasional, implementasi Coretax yang mulai memberikan dampak positif, serta penguatan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan.

Sementara itu, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai mencapai Rp152 triliun atau naik 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi sebesar Rp271 triliun atau meningkat 21,6 persen secara tahunan.

Di sisi pembiayaan, realisasi anggaran mencapai Rp452 triliun atau tumbuh 59,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pemerintah menegaskan pengelolaan pembiayaan tetap dilakukan secara prudent dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi kas negara, likuiditas, serta dinamika pasar keuangan. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement