Breaking News
Memuat breaking news...

Refleksi Borobudur: Bukan Sekadar Warisan Budaya, tetapi Ruang Perenungan Spiritual

Redaksi
Redaksi
Kamis, 7 Mei 2026 - 5.49 AM WIB
Refleksi Borobudur: Bukan Sekadar Warisan Budaya, tetapi Ruang Perenungan Spiritual
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Roadshow Lokakarya Borobudur di Jakarta, Rabu (6/5/2026).(waspada/dian)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Candi Borobudur bukan hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan batin yang sarat nilai spiritual lintas agama.

Hal itu dikatakan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Roadshow Lokakarya Borobudur di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Kegiatan Roadshow Lokakarya Borobudur, Jakarta merupakan bagian dari rangkaian Vesākha Sānanda 2570 B.E yang dilaksanakan sepanjang 1 hingga 31 Mei 2026.

Dalam pidato pembukaan, Nasaruddin mengatakan Borobudur merupakan “kitab yang dipahat”, yang melalui relief-reliefnya mengajak manusia merenungi perjalanan hidup dan menapaki kebijaksanaan. Nilai-nilai ajaran seperti Catur Arya Satya dan Jalan Mulia Berunsur Delapan dinilai relevan sebagai panduan untuk melepaskan kemelekatan dan mengurangi penderitaan.

Borobudur juga dipandang sebagai simbol perjalanan spiritual bertahap, sekaligus pengingat bahwa karya besar yang dibangun dengan landasan batin yang suci mampu bertahan lintas zaman.

Selain itu, ditegaskan pentingnya menjaga kesakralan tempat ibadah, termasuk Borobudur, yang tidak hanya menjadi destinasi wisata tetapi juga ruang introspeksi.

Setiap agama, disebut memiliki tempat dan waktu sakral, seperti Hari Raya Waisak yang menjadi momentum refleksi umat Buddha" ujarnya.

Dalam konteks kebangsaan, masyarakat diajak untuk menghormati keberagaman dan tidak saling mencela antarumat beragama. Borobudur disebut sebagai simbol persatuan dan warisan bersama bangsa Indonesia.

"Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, Borobudur diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan dan kebijaksanaan, serta antara kemajuan dan kemanusiaan," ujar Menag Nasaruddin.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam video sambutannya menegaskan Borobudur harus terus ditegakkan sebagai sumber spiritual yang hidup dan relevan bagi masyarakat masa kini. Menurut Fadli Zon, roadshow Borobudur Semarak Waisak ini merupakan komitmen bersama untuk menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual dan warisan budaya yang dimiliki Indonesia.

Dikatakannya, posisi strategis Candi Borobudur sejak ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 1991. Karena itu, menurutnya, Borobudur harus dijaga bersama sebagai living heritage atau warisan hidup.

Selain pelestarian kawasan, pemerintah juga mendorong pemberdayaan masyarakat lokal agar berjalan seiring dengan upaya merawat Borobudur. Komitmen tersebut, kata Fadli Zon, dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan kalangan akademisi.

Ia pun mengajak generasi muda untuk melihat Borobudur bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan juga simbol kekuatan budaya dan spiritual masa kini.

Fadli Zon menyebut Indonesia sebagai negara dengan kekayaan mega diversitas, dengan lebih dari 1.300 suku bangsa dan ratusan bahasa daerah.

“Pelestarian tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai budaya dan spiritual,” ujarnya.

Fadli Zon juga mengatakan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026 sebagai momentum untuk mengenang kehidupan agung Siddhartha Gautama sekaligus memperkuat pesan kebajikan dan kemanusiaan.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement