Rehab Irigasi Urat Nadi Petani Bambel, Warga Minta Utamakan Kualitas


KUTACANE (Waspada.id): Bagi petani di Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, irigasi adalah urat nadi kehidupan. Karena itu, rehabilitasi irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Biak Muli diharapkan dikerjakan dengan mengutamakan kualitas agar bertahan lama.
Harapan itu disampaikan warga saat ditemui Waspada.id, Rabu (21/10). Irigasi tersebut menjadi sumber pengairan utama bagi sawah mereka.
"Ini sangat mendongkrak perekonomian kami sebagai petani. Wajar jika warga mengeluh karena air dihentikan sementara untuk pembersihan sedimen," ujar Gani, warga setempat.
Proyek rehabilitasi irigasi DAS Desa Biak Muli senilai Rp9,28 miliar ditargetkan rampung tepat waktu. Satu-satunya kekhawatiran adalah banjir yang kerap melanda aliran sungai.
"Semoga tidak terjadi banjir," ujar Iwan Takafia, pemilik paket pekerjaan, saat dikonfirmasi Waspada.id melalui WhatsApp, Rabu (21/10).
Proyek dengan kontrak Nomor HK.02.01/T/BWS1.6.1/2026/2088 itu ditandatangani 9 Juli 2026 dengan masa kerja 147 hari kalender. Sumber dana dari APBN 2026, dikerjakan CV Arsy Risky Group dengan konsultan pengawas CV Multi Partner Consultant di bawah Balai Wilayah Sungai Sumatera I.
Iwan menegaskan pihaknya mengutamakan kualitas.
"Insya Allah kami utamakan kualitas karena saya asli putra Aceh Tenggara. Malu saya jika pekerjaan tidak bagus. Memang beberapa kali bangunan tanggul sempat hanyut, tapi rehab irigasi sudah sesuai RAB," katanya.
(id80)
Berita Terkait






































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda