Rekor Kejari Poso: Satukan 81 Sekolah Virtual Libatkan Ribuan Gen-Z Sambut HUT ke-81 Kejaksaan


POSO (Waspada.id): Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso mencatatkan prestasi luar biasa dengan menyatukan secara virtual ribuan generasi muda dari 81 sekolah dalam satu hari.
Langkah progresif ini digelar untuk menyambut Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI, Rabu (2/9/2026), melalui Gerakan Serentak Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai bukti komitmen mencetak generasi emas yang sadar hukum di era digital.
Kegiatan berskala luas ini melibatkan peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK yang tersebar dari wilayah pesisir hingga pegunungan. Berpusat di Aula Kejari Poso, acara berlangsung dinamis mulai pukul 10.00 hingga 12.30 WITA setelah persiapan sejak pukul 09.30 WITA, terhubung melalui platform Zoom ke 81 titik sekolah.
Acara dibuka oleh Pembawa Acara Jaksa Ajeng dengan pembacaan lagu Indonesia Raya dan Korps Kejaksaan. Hadir langsung memimpin, Kepala Kejaksaan Negeri Poso Yos Tarigan, S.H., M.H., M.Kom., didampingi para pejabat struktural serta jajaran kejari baik secara langsung maupun daring.
Dalam sambutannya, Kajari Yos Tarigan membakar semangat peserta dengan pantun dan yel-yel komitmen. Ia menegaskan gerakan ini sebagai kado terindah sekaligus refleksi peringatan hari kejaksaan dengan mengusung tagline "Kenali Hukum, Jauhi Hukuman". Materi edukasi taktis meliputi pencegahan narkoba, judi daring, perundungan siber, serta UU ITE, dinilai krusial membentengi karakter pelajar menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Poso dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang, M.PSDM., memberikan apresiasi tertinggi atas capaian rekor ini. Ia memuji terobosan tersebut karena bahkan pemerintah daerah belum pernah menginisiasi gerakan semasif ini, sehingga Kejaksaan dinilai bergerak lebih cepat membantu tugas Pemda dan Dinas Pendidikan mencetak generasi tangguh. Bupati hadir didampingi Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar dan Kepala Dinas Pendidikan Roy Adrianus Pesudo.
Setelah pemutaran video edukasi "Generasi Sadar Hukum", sesi dialog berlangsung sangat antusias. Ribuan siswa berebut bertanya langsung dan dijawab komunikatif oleh Kajari Poso. Karena keterbatasan waktu, pihak kejari berjanji akan mengadakan sesi khusus lanjutan untuk menampung pertanyaan yang belum tersampaikan.
Sebagai apresiasi, siswa aktif mendapatkan hadiah berupa uang elektronik dan suvenir Adhyaksa. Kejari Poso juga membagikan Majalah Kejaksaan untuk memperkuat literasi membaca dan pemahaman hukum berkelanjutan di sekolah-sekolah.
Inovasi edukasi hukum digital ini mendapat sambutan hangat dari para kepala sekolah di lapangan. Mereka menilai metode ini sangat efektif, efisien, serta memberikan pemahaman baru dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh pelajar.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan dokumentasi foto bersama secara virtual dari 81 sekolah, menegaskan bahwa penegakan hukum juga bermakna edukasi dini yang menyentuh hati ribuan pelajar.(id03)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda