Remaja Sicanang Rasakan “Sehari Berkuliah” di Fakultas Psikologi USU Melalui Program Desa Binaan

MEDAN (Waspada.id) — Program Desa Binaan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sumatera Utara (USU) memasuki tahun ketiga dengan menghadirkan pengalaman baru bagi remaja Kelurahan Belawan Sicanang. Remaja yang tergabung dalam Posyandu Remaja "SERASI" mengikuti kegiatan field trip bertajuk "Sehari Berkuliah di Fakultas Psikologi USU" sebagai bagian dari upaya penguatan kesehatan mental, wawasan pendidikan, dan orientasi masa depan generasi muda Sicanang.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak 2024. Pada tahun ketiga ini, fokus pengabdian diarahkan pada keberlanjutan Posyandu Remaja melalui penguatan kader, pendampingan aktivitas, monitoring, serta dukungan regulasi agar program dapat berjalan semakin mandiri. Sebelum kegiatan kampus dilaksanakan, tim pengabdian juga melakukan koordinasi bersama Pemerintah Kelurahan Belawan Sicanang dan UPT Puskesmas Sicanang.
Salah satu agenda penting dalam koordinasi tersebut adalah penguatan legalitas Posyandu Remaja. Tim bersama pihak kelurahan dan puskesmas mendorong penyelesaian Surat Keputusan (SK) Posyandu Remaja agar keberadaannya memiliki dasar kelembagaan yang lebih kuat. Proses penyusunan SK tersebut saat ini bahkan telah memasuki tahap akhir guna menjamin kepastian operasional ke depannya.
Dalam kegiatan "Sehari Berkuliah di Fakultas Psikologi USU", para peserta datang dengan pendampingan kader Posyandu Remaja serta unsur kelurahan dan puskesmas. Mereka memperoleh pengalaman langsung berada di lingkungan perguruan tinggi, mengikuti aktivitas pengenalan kampus, berdiskusi, dan merasakan suasana belajar layaknya mahasiswa. Perjalanan peserta dari Sicanang menuju USU sendiri difasilitasi dengan menggunakan kendaraan khusus demi kenyamanan bersama.
Pengalaman ini dirancang tidak hanya sebagai rekreasi edukatif, tetapi juga sebagai stimulasi psikososial agar remaja memiliki gambaran konkret mengenai pendidikan tinggi dan pilihan masa depan. Bagi remaja pesisir yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan lanjutan, pengalaman langsung di lingkungan universitas diharapkan dapat memperluas aspirasi dan meningkatkan motivasi belajar.

Selain kegiatan di kampus, pendampingan intensif juga terus berjalan langsung di kawasan Sicanang. Capaian penting pada tahun ketiga ini terlihat dari semakin meningkatnya kemandirian para kader lokal yang kini telah terlatih untuk mengelola berbagai agenda kesehatan mental secara mandiri. Tim USU secara bertahap bertransformasi menjadi fasilitator dan evaluator, sehingga roda organisasi Posyandu Remaja sepenuhnya bertumpu pada kapasitas masyarakat setempat.
Melalui pendekatan partisipatif yang berkesinambungan ini, Posyandu Remaja "SERASI" diharapkan tidak sekadar menjadi program jangka pendek. Ruang ini diproyeksikan sebagai wadah yang aman dan berkelanjutan bagi remaja untuk memperoleh dukungan psikologis, mengasah potensi diri, serta membangun ketangguhan mental dalam menghadapi tantangan masa depan.
Program ini melibatkan Tim Pengabdian Desa Binaan USU yang diketuai oleh Dr. Meutia Nauly, S.Psi., M.Si., Psikolog, dengan tim peningkatan kesehatan mental remaja yang dikoordinasikan oleh Arliza Juairiani Lubis, M.Si., Psikolog, Anggraini Daulay, M.Psi., Psikolog, serta Ade Rahmawati Siregar, M.Psi., Psikolog. Mitra utama kegiatan ini meliputi Pemerintah Kelurahan Belawan Sicanang, UPT Puskesmas Sicanang, kader Posyandu Remaja, serta masyarakat luas. (wsp.id)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda