Resmi Kantongi SK, IAEI Sumut Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Dan Gelar Konferensi Internasional


MEDAN (Waspada.id): Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sumatera Utara menggelar rapat perdana pascaterbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari IAEI Pusat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (13/10), dengan dihadiri hampir 60 orang dari unsur pengurus secara hybrid, baik daring maupun luring.
Rapat perdana ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi sekaligus momentum untuk merumuskan program kerja strategis IAEI Sumut dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sumatera Utara.
Selain jajaran pengurus IAEI Sumut, kegiatan tersebut turut dihadiri tamu dari IAEI Pengurus Wilayah Kepulauan Riau di Tanjungpinang yang berencana mengaktifkan kembali organisasi di wilayahnya.
Sekretaris Umum IAEI Sumut, Dr. Sugianto, dalam penyampaian agenda rapat menjelaskan sejumlah hal penting yang menjadi fokus pembahasan. Agenda tersebut meliputi pembentukan ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) panitia pelantikan, penentuan tanggal dan tempat pelantikan, serta pembahasan anggaran kegiatan.
Dekan FEB USU, Dr. Abdillah Arif Nasution, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta rapat. Ia juga menyambut baik penunjukan FEB USU sebagai tuan rumah kegiatan perdana kepengurusan IAEI Sumut tersebut.
Ketua IAEI Sumut, Dr. Kaswinata, menegaskan IAEI Sumut memiliki tanggung jawab strategis untuk membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendorong pencapaian target pangsa pasar (market share) ekonomi syariah pada 2026.
Menurutnya, peluang tersebut cukup terbuka mengingat IAEI Sumut memiliki potensi sumber daya yang besar, dengan dukungan kalangan akademisi dari 16 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS), serta berbagai pemangku kepentingan di sektor ekonomi dan keuangan syariah.
Unsur pendukung tersebut mencakup perbankan syariah, pasar modal syariah, asuransi syariah, lembaga zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), serta praktisi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara dan Real Estat Indonesia (REI) Sumatera Utara.
“IAEI Sumut harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi syariah. Dengan dukungan perguruan tinggi, industri keuangan syariah, dan para praktisi, kita memiliki modal yang kuat untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi, inklusi, dan pangsa pasar ekonomi syariah di Sumatera Utara,” demikian pokok penekanan Ketua IAEI Sumut dalam arahannya.
Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai kegiatan nyata, seperti seminar, edukasi, sosialisasi, dan pengembangan kajian ekonomi syariah. Selain itu, IAEI Sumut akan mendorong pembentukan komisariat di berbagai kampus di Sumatera Utara guna memperluas jaringan akademisi dan memperkuat gerakan ekonomi syariah di lingkungan perguruan tinggi.
Pelantikan Ditargetkan Sebelum Akhir Desember 2026
Dalam rapat tersebut, pengurus juga membahas rencana pelantikan kepengurusan IAEI Sumut. Pengurus berharap dan akan mengupayakan agar pelantikan dapat dilaksanakan sebelum akhir Desember 2026, dengan menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia selaku Ketua Umum IAEI Pusat atau jajaran wakil ketua dari pengurus pusat.
Pelantikan tersebut direncanakan tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga akan dirangkaikan dengan konferensi internasional (International Conference) yang menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri.
Salah satu narasumber yang direncanakan hadir adalah Prof. Rifki Ismal, Deputy Bank Indonesia di Jawa Timur, bersama akademisi atau pakar ekonomi syariah dari London dan Dubai. Agenda ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan, penguatan jejaring internasional, serta pengembangan pemikiran dan praktik ekonomi syariah di Sumatera Utara.
Untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, rapat menyepakati Oki Irawan sebagai Ketua Organizing Committee (OC), Ratna Dina sebagai sekretaris, dan Yoyong Pakaya dari Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bendahara. Selain itu, dibentuk enam bidang kepanitiaan untuk mendukung persiapan dan pelaksanaan pelantikan beserta rangkaian acaranya.
Perkuat Kolaborasi dan Soliditas Pengurus
Menutup rapat perdana tersebut, Dr. Kaswinata mengajak seluruh pengurus IAEI Sumut yang akan dilantik untuk membangun kerja sama, memperkuat komunikasi, dan saling mendukung dalam menyukseskan seluruh agenda organisasi.(wsp.id)
Berita Terkait
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda