Reuni 40 Tahun Le’MANKers’86 Bersahabat Tanpa Pamrih Berlangsung MeriahReuni 40 Tahun Le’MANKers’86 Bersahabat Tanpa Pamrih Berlangsung Meriah

SERDANGBEDAGAI (Waspada.id): Reuni 40 Tahun Le’MANKers’86 yang digelar di Pantai Wisata Bali Lestari, kawasan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (15/08/2026) berlangsung meriah, dihadiri lebih dari 150 alumni.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersahabat Tanpa Pamrih” tersebut merupakan agenda rutin lima tahunan. Reuni digelar untuk mempererat silaturrahim dan komunikasi antarsesama alumni setelah empat dekade meninggalkan bangku sekolah menengah atas.
Panitia penyelenggara mengemas reuni kali ini dengan suasana lebih khidmat dan bernuansa Merah-Putih. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ketua Forum Umat Islam Sumatera Utara, Ustadz Indra Suheri, MA yang merupakan alumni SMAN 1 di era tahun 1986.

Nuansa kebangsaan tersebut dihadirkan karena kegiatan berlangsung pada bulan Agustus, menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026. Selain menjadi ajang silaturrahim, kegiatan juga menjadi momentum mengenang kembali masa-masa sekolah yang telah dilalui bersama.
Mewakili Ketua Panitia, Zulhafni Adha menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi, termasuk alumni yang berdomisili di luar Sumatera, baik yang hadir maupun yang belum dapat mengikuti kegiatan.
“Terima kasih kepada seluruh sahabat yang telah berpartisipasi. Ada yang berdomisili di Sumatera maupun di luar Sumatera. Kehadiran dan dukungan berupa donasi, ucapan selamat maupun doa seluruh sahabat membuat acara reuni 40 tahun ini dapat berjalan sesuai dengan rencana. Ini juga membuktikan kecintaan para sahabat sekalian kepada Le’MANKers’86,” ujar Zulhafni.

Ketua Le’MANKers’86, M. Nurdin “Bob”, SH, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan komunikasi antarsesama alumni meskipun telah menjalani kehidupan dengan latar belakang dan kesibukan masing-masing.
“Empat puluh tahun bukan waktu yang singkat. Kita sudah melewati banyak hal dalam kehidupan masing-masing. Karena itu, reuni ini bukan hanya sekadar bertemu dan bernostalgia, tetapi bagaimana kita terus menjaga silaturahmi dan komunikasi. Saya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh rekan-rekan yang telah hadir,” katanya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Le’MANKers’86, H. M. Ikhwan, SH, MH, mengatakan motto “Bersahabat Tanpa Pamrih” harus menjadi pesan sekaligus pengingat bagi seluruh anggota komunitas yang kini rata-rata telah memasuki usia kepala enam.
“Empat puluh tahun setelah meninggalkan bangku sekolah, kehidupan telah membawa kita pada keadaan dan perjalanan masing-masing. Ada yang sukses dalam usaha, menjadi aparatur, profesional maupun menjalani kehidupan sederhana. Tetapi dalam persahabatan, semua itu tidak boleh menjadi pembeda,” ujarnya.
Ikhwan juga mengajak para alumni untuk tetap menjaga kesehatan, meningkatkan ibadah dan memperkuat silaturahmi di usia yang tidak lagi muda. “Sekarang usia kita rata-rata sudah kepala enam. Jangan ukur persahabatan dari jabatan, kekayaan atau status sosial. Yang penting kita tetap sehat, menjaga ketenangan hati, meningkatkan ibadah dan saling menguatkan. " katanya.

Ditambahkannya juga, selama masih diberikan umur dan kesempatan, mari kita isi dengan silaturahmi dan hal-hal yang bermanfaat, termasuk ikut serta membangun kampung halaman Kota Tebingtinggi dengan karya nyata ” katanya.
Menurut Ikhwan, reuni 40 tahun juga menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan hidup sekaligus menjaga hubungan persahabatan yang telah terbangun sejak masa sekolah.
“Dulu kita duduk bersama di bangku sekolah dengan cita-cita masing-masing. Empat puluh tahun kemudian kita masih dipertemukan dalam suasana seperti ini. Ini merupakan nikmat yang patut kita syukuri. Persahabatan sejati tidak mengenal jarak dan tidak berhenti hanya karena waktu,” tambahnya.

Sementara perwakilan peserta reuni, Hotman Datubara, SH, menyebutkan bahwa Le’MANKers’86 juga aktif di bidang rohani karena selain memiliki bidang Ukhuwah bagi yang Muslim juga memiliki Pers DKI yakni persekutuan doa untuk alumni Kristiani.
“Ini membuktikan bahwa Le’MANKers’86 tetap mengedepankan kesehatan mental dalam membangun rasa persahabatan tanpa memandang SARA maupun status sosial sesuai motto Le’MANKers’86, Bersahabat Tanpa Pamrih,” ucap Hotman yang juga Ketua Bidang Pers DKI.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan hiburan dan berbagai permainan yang diikuti para peserta. Suasana keakraban dan nostalgia mewarnai kegiatan hingga acara berakhir.
Reuni 40 Tahun Le’MANKers’86 ditutup dengan foto bersama seluruh peserta. Salah seorang pencetus komunitas Le’MANKers’86 di Tebingtinggi, Khaidir Anwar, mengatakan perjalanan 40 tahun menjadi bukti bahwa hubungan persahabatan para alumni tetap terjaga. “Le’MANKers’86 tetap satu dalam persahabatan, silaturrahim dan kenangan yang tidak lekang oleh waktu,” ujar Khaidir didampingi Ermis Tanjung. (id07).

























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda