Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Dipercepat, Mendikdasmen Dorong Kualitas Pembelajaran di Tulang BawangRevitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Dipercepat, Mendikdasmen Dorong Kualitas Pembelajaran di Tulang Bawang

TULANG BAWANG (Waspada.id): Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Selasa (28/4/2026).
Dalam sambutannya di SMPN 2 Menggala, Mu’ti menegaskan bahwa bantuan revitalisasi dan digitalisasi harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kualitas pembelajaran sebagai prasyarat peningkatan mutu pendidikan.
“Revitalisasi bukan hanya pembangunan fisik sekolah, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan konsep sekolah ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
“Semua itu akan terwujud jika kondisi fisik sekolah nyaman dan bersih sehingga proses belajar juga menjadi nyaman,” katanya.
Terkait digitalisasi, Mu’ti menyebut program tersebut telah mulai dirasakan manfaatnya oleh banyak sekolah. Para siswa mengaku lebih senang belajar karena memperoleh pengalaman baru dalam proses pembelajaran.
Pada 2026, pemerintah melanjutkan program revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk 11.744 satuan pendidikan yang saat ini masih dalam tahap verifikasi dan validasi. Selain itu, Kemendikdasmen juga mengajukan tambahan anggaran untuk 60 ribu satuan pendidikan.
“Jika pengajuan ini disetujui, maka total akan ada 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada 2026,” jelasnya.
Untuk Provinsi Lampung, total usulan mencapai 2.201 sekolah, dengan 1.544 sekolah dinyatakan layak direvitalisasi. Sementara di Kabupaten Tulang Bawang, dari 82 sekolah yang diusulkan, sebanyak 62 sekolah dinyatakan layak, terdiri dari 9 PAUD, 38 SD, dan 15 SMP.
Mu’ti berharap jumlah sekolah yang direvitalisasi di Tulang Bawang dapat meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa dua kali lipat dari sebelumnya,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Di sisi digitalisasi, saat ini setiap satuan pendidikan baru menerima satu perangkat interactive flat panel (IFP). Ke depan, pemerintah menargetkan setiap sekolah dapat memiliki dua hingga tiga perangkat, meski masih dalam tahap pengajuan anggaran tambahan.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan juga menjadi prioritas. Kemendikdasmen menjalankan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan bantuan Rp3 juta per semester bagi guru yang belum bergelar S1/D4. Program ini menargetkan 150.000 guru untuk melanjutkan studi dan meningkatkan kualifikasi akademik.
Guru juga mendapatkan pelatihan di bidang deep learning, coding, kecerdasan buatan (AI), kepemimpinan, serta penguatan kapasitas guru bimbingan konseling.
Mulai 2026, tunjangan profesi guru (TPG) juga disalurkan setiap bulan langsung ke rekening guru, tidak lagi dirapel per triwulan. Kebijakan ini bertujuan mempercepat penyaluran dan meningkatkan kesejahteraan guru.
Sementara itu, Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, menyampaikan bahwa di wilayahnya terdapat 38 sekolah yang telah menerima bantuan revitalisasi melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo.
“Total anggaran mencapai Rp41,6 miliar dan seluruhnya telah rampung 100 persen,” ujarnya.
Sebanyak 38 satuan pendidikan tersebut terdiri atas 2 PAUD, 13 SD, 13 SMP, 7 SMA, dan 3 SMK.(id11)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda