Revitalisasi Jadi Harapan Baru Pendidikan di Aceh Singkil


SINGKIL (Waspada.id): Program Revitalisasi pembangunan sekolah -sekolah yang digulirkan pemerintah menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.
Beberapa sekolah yang mengalami keterbatasan sarana-prasarana maupun fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar, kini sudah dapat merasakan manfaat adanya program revitalisasi tersebut.
Saat ini, pelaksanaan pekerjaan mulai dari proses pemeliharaan, rehabilitasi dan pembangunan fasilitas sekolah sedang berlangsung.

Kepala TK Aisyiah Bustanul Atfhal Puspa Hijriati SPd Gr bersama guru senior Indah Nadia Annisa menunjukkan ruang belajar baru yang terpasang prasasti informasi pembangunan revitalisasi. Waspada.id/Aris
Pekerjaan kegiatan revitalisasi ini juga melibatkan tenaga kerja dari masyarakat lokal, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pihak sekolah, namun turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Di TK Aisyiah Bustanul Atfhal (ABA) Desa Pasar Singkil Kabupaten Aceh Singkil, yang dikunjungi Waspada.id, Sabtu (24/10/26), sebelumnya para murid di sini bertahun-tahun memanfaatkan fasilitas toilet yang kurang memadai. Apalagi saat banjir sedikit saja, toilet sudah terendam banjir dan tidak bisa digunakan.
Salah satu TK tertua yang berdiri sejak tahun 1975 ini sebelumnya sempat mengalami keterbatasan mobiler. Seperti meja dan kursi pasca banjir 27 November 2025 lalu. Sebagian sarana belajar rusak akibat terendam banjir termasuk meja, kursi lemari dan buku pelajaran anak-anak.

Kepala sekolah bersama salah satu dewan guru menunjukkan bangunan MCK yang sudah selesai pekerjaannya dan sudah dimanfaatkan oleh murid. Waspada.id/Aris
“Alhamdulillah sekarang sudah ada tambahan ruang kegiatan belajar lengkap dengan mobiler baru dari program revitalisasi ini. Termasuk fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) yang bersih dan nyaman untuk anak-anak,” ucap Kepala Sekolah TK Aisyiah Bustanul Atfhal Puspa Hijriati SPd Gr saat diwawancarai Waspada.id di ruang kerjanya, Sabtu (24/10).

Kepala TK Aisyiah Bustanul Atfhal Puspa Hijriat
“Alhamdulillah, kami semua sangat senang. Karena dengan adanya bantuan program bapak Presiden ini berdampak baik bagi sekolah. Kami tidak kesulitan lagi untuk kebutuhan MCK dan mobiler. Arena bermain anak-anak juga semakin lengkap,” ucap Puspa.

Bangunan Ruang UKS yang sudah selesai pembangunannya.
Dengan adanya tambahan ruang belajar baru dan lengkap mobilernya, kegiatan belajar mengajar bisa dibagi kelas. Dan satu ruangan bisa dipakai untuk 2 rombongan belajar atau jumlah sebanyak 30 murid.
Dengan jumlah murid TK mencapai 110 orang dan 20 murid Kelompok Bermain (KB), saat ini anak-anak tidak terlalu berebut untuk bermain seperti sebelumnya. Meski arena bermain masih belum maksimal dan fasilitas permainan ayunan yang belum tersedia.
Lebih lanjut Puspa merincikan, pada tahun 2025 TK ABA Desa Pasar Singkil mendapat kucuran anggaran dari Program Revitalisasi, untuk pembangunan fasilitas Ruang Kegiatan Belajar (RKB) 1 ruangan berukuran 7 x 6 m lengkap papan tulis, kursi, meja, lemari dan fasilitas lengkap lainnya. Kemudian 1 ruang UKS berukuran 3 x 8 m, dan 3 ruang MCK.
Dan pada tahun 2026 TK ABA Desa Pasar kembali mendapat anggaran, untuk pembangunam arena bermain berukuran sekitar 200 m².
Sayangnya TK ABA Pasar tidak mendapat papan interaktif digital (PID) seperti beberapa sekolah lainnya. “Kami berharap bisa mendapat fasilitas belajar PID tersebut,” ucapnya.

Arena bermain yang sudah dimanfaatkan para murid. Waspada.id/Aris
“Dengan tambahan arena lengkap bermain ini, mendidik anak menjadi lebih mudah. Dan masyarakat juga menjadi lebih tertarik mendaftarkan anaknya untuk masuk di TK ini,” tambah Puspa.
Saat ini TK ABA Pasar Singkil memiliki sebanyak 5 ruang kelas dengan 7 Rombel. Sekolah yang sudah berusia 51 tahun ini sebelumnya sempat menumpang di lahan milik Kementerian Hukum dan HAM atau bekas penjara.
Namun saat ini lahan tersebut sudah resmi menjadi milik TK ABA Pasar Singkil setelah melalui proses panjang oleh lembaga Muhammadiyah dan dihibahkan ke pengurus sekolah.
Lebih lanjut Puspa menjelaskan, program bantuan revitalisasi ini sebelumnya diajukan pada awal tahun 2025 dan Alhamdulillah terealisasi pada akhir tahun tersebut dan mendapat kucuran anggaran Revitaliasi Reguler Satuan Pendidikan senilai Rp.471.570.000
"Selanjutnya pada tahun 2026 TK ABA kembali mendapat anggaran lanjutan Revitalisasi banjir senilai Rp103 juta," sebutnya.
Menyentuh Pedagang Lokal
Di samping bermanfaat bagi sekolah dan murid, program revitalisasi ini juga menyentuh pedagang lokal sekitar.
Sebab pembelian material dan bahan bangunan hanya dari pedagang lokal. Termasuk pemesanan kebutuhan kue dan kopi untuk para pekerja juga dari warung-warung sekitar.
“Pembelian bahan bangunan di pedagang lokal di Singkil. Namun jika bahan tidak tersedia kita pesan juga dari Rimo,” ucapnya.
"Kami berharap agar program revitalisasi ini bisa terus berlanjut. Karena menjadi harapan kemajuan di sekolah-sekolah saat ini. Sebab masih banyak juga sekolah lain yang belum menikmati program ini di Aceh Singkil.
Dan untuk TK ABA Pasar ini, kami masih membutuhkan papan interaktif digital (PID), lemari meja dan kursi serta buku pelajaran dan tambahan sarana bermain lainnya," harap Indah Nadia Annisa SPd, Gr salah satu guru senior di TK tersebut.
Sementara itu, salah satu Wali Murid Doni Maradona yang juga Anggota DPRK Aceh Singkil itu, memberikan apresiasi terhadap program pemerintah, revitalisasi sekolah yang telah banyak terlihat memberikan perubahan yang sangat baik di Aceh Singkil.

Anggota DPRK Aceh Singkil Doni Maradona selaku wali murid saat menjemput putrinya di TK ABA. Waspada.id/Aris
Sebab katanya, program tersebut sangat berdampak bagi kemajuan sekolah-sekolah di Aceh Singkil.
Jelas terlihat banyaknya pembangunan di sekolah-sekolah dengan hadirnya program revitalisasi ini.
“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah dengan adanya program revitalisasi ini. Sebab fasilitas belajar, bermain dan lainnya menjadi lebih lengkap,” ucap Doni.
Begitupun Doni berharap, agar fasilitas papan interaktif digital (PID) di sekolah tersebut bisa segera dilengkapi sebagai sarana pendukung belajar. "Termasuk tambahan arena bermain yang masih minim dengan jumlah murid yang mencapai 130 orang," harap Doni.
TK ABA Pasar Singkil ini salah satu sekolah terbaik yang tetap menerapkan kedisiplinan dalam mengajar. Para orang tua juga nyaman melepas anak-anak selama jam belajar karena fasilitasnya yang lengkap.
"Apalagi setelah adanya program pembangunan revitalisasi ini fasilitas menjadi lebih lengkap memberikan anak-anak nyaman saat bermain dan belajar," tambah Asnadi Wali Murid lainnya.

Toko material UD Buana Baru
Salah satu toko material UD Buana, membenarkan banyak sekolah mengambil material di tokonya selama masuknya program revitalisasi sekolah-sekolah tersebut. (Id.81)
Berita Terkait



































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda