Breaking News
Memuat breaking news...

Revitalisasi PLTP Sarulla Rp4,8 Triliun Dimulai, Bupati Taput Usulkan Energi Panas Bumi untuk Hilirisasi Pertanian

Redaksi
Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 - 5.34 PM WIB
Revitalisasi PLTP Sarulla Rp4,8 Triliun Dimulai, Bupati Taput Usulkan Energi Panas Bumi untuk Hilirisasi Pertanian
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menyambut Wakil Menteri ESDM RI, Yuliot Tanjung, di kompleks PLTP Sarulla, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (31/7/2026).Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPUT (Waspada.id) :Rencana revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla dengan nilai investasi mencapai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun menjadi fokus kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, ke Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (31/7/2026). Dalam momentum tersebut, Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., mengusulkan pemanfaatan energi panas bumi untuk mendukung hilirisasi sektor pertanian.

Kunjungan yang berlangsung di kompleks PLTP Sarulla, Kecamatan Pahae Julu, itu bertujuan meninjau kondisi operasional pembangkit sekaligus membahas langkah revitalisasi guna mengembalikan kapasitas produksi listrik ke daya terpasang sebesar 330 megawatt (MW).

Bupati Jonius menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM atas dukungan terhadap keberlanjutan investasi PT Sarulla Operations Ltd (SOL). Menurutnya, keberadaan PLTP Sarulla tidak hanya berperan dalam penyediaan energi nasional, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Tapanuli Utara.

Ia mengusulkan agar sisa energi atau gas geothermal dari PLTP Sarulla dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi mesin pengering hasil pertanian. Usulan tersebut dinilai relevan karena kawasan Pahae merupakan salah satu sentra produksi jagung dan kopi di Tapanuli Utara.

"Pemanfaatan energi panas bumi untuk pengeringan hasil pertanian akan meningkatkan kualitas produk, memperkuat hilirisasi, menambah nilai jual komoditas, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani," ujar Bupati.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, kapasitas produksi PLTP Sarulla saat ini berada di kisaran 220 MW akibat penurunan tekanan uap alami pada reservoir panas bumi. Untuk memulihkan kapasitas tersebut, PT Sarulla Operations Ltd akan menggelontorkan investasi baru senilai sekitar Rp4,8 triliun.

Proses administrasi revitalisasi ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Selanjutnya, pekerjaan fisik serta peningkatan kapasitas pembangkit dijadwalkan berlangsung sepanjang 2027 hingga 2028.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyatakan siap mendukung seluruh proses administrasi dan menjaga iklim investasi yang kondusif agar revitalisasi PLTP Sarulla berjalan sesuai rencana. Selain memperkuat pasokan energi di Sumatra, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui pengembangan sektor pertanian berbasis energi panas bumi. (***)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement