Breaking News
Memuat breaking news...

Ribuan Santri Deliserdang Peringati Hari Santri 2026, Menag Tekankan Penguasaan Teknologi Menuju Indonesia Emas

Redaksi
Redaksi
Kamis, 22 Oktober 2026 - 2.32 PM WIB
Ribuan Santri Deliserdang Peringati Hari Santri 2026, Menag Tekankan Penguasaan Teknologi Menuju Indonesia Emas
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

LUBUKPAKAM (Waspada.id): Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Deliserdang mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Alun-alun Pemkab setempat, Lubukpakam, Kamis (22/10/26).

Rangkaian diawali pembacaan Ikrar Santri Nasional dan Resolusi Jihad berlangsung khidmat.

Dalam amanat Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A, yang dibacakan Inspektur Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Sulaiman Harahap, S.H, M.SP, mengajak para santri memperjuangan ulama, dan pendahulu bangsa melalui pengabdian, karya, serta kontribusi nyata bagi Indonesia.

Menteri Agama menegaskan, peran santri dalam perjuangan bangsa tidak berhenti pada catatan sejarah.

"Jika dahulu para santri turut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini tantangan mereka adalah berkontribusi dalam pembangunan nasional dan mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045," kata Nasaruddin Umar.

Sejarah mencatat, Resolusi Jihad yang diserukan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu pemantik semangat perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Ribuan Santri Deliserdang Peringati Hari Santri 2026, Menag Tekankan Penguasaan Teknologi Menuju Indonesia Emas

Inspektur Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Alun-alun Pemkab Deliserdang, Kamis (22/10/26) (Waspada.id/syahril)

“Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa,” pesan Menteri Agama.

Ia juga mendorong Santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan inovasi, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran strategis di berbagai bidang.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, berintegritas, dan berakhlak mulia untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas pada 2045.

Karena itu, santri tidak boleh membatasi diri dalam menentukan masa depan. Mereka memiliki peluang untuk menjadi ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmu bagi kemajuan masyarakat.

Pesan tersebut diperkuat dengan prinsip yang akrab di lingkungan pesantren, man jadda wajada, yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Menteri Agama juga mengingatkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa. Selain menjadi tempat menimba ilmu, pesantren merupakan ruang pembentukan akhlak, penumbuhan kemandirian, serta penanaman nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.

Para santri pun diharapkan menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penjaga persatuan dan kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta pihak yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut, Menteri Agama menyampaikan bahwa kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pengembangan dan penguatan pesantren.

Keberadaan direktorat tersebut diharapkan memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional, terutama melalui tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui fungsi pendidikan, pesantren diharapkan melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia. Sementara melalui dakwah, pesantren berperan menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa.

Adapun fungsi pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menteri Agama juga mengatakan bahwa Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren atau umat Islam, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah air.

Karena itu, peringatan Hari Santri diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong serta melanjutkan perjuangan para ulama dan pahlawan sesuai tantangan zaman.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ditutup dengan pengumuman para pemenang perlombaan, penyerahan trofi, serta penampilan hiburan dari para santri.

Turut Wabup Deliserdang Lom Lom Suwondo SS, para staf ahli , asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah, kabag, para camat, ulama, serta tamu undangan lainya.(id.28/syahril)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement