Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Ribuan Warga Hadiri Kerja Tahun Lubukpakam, Wabup: Ini Bisa Jadi Agenda Budaya Unggul

Redaksi
Redaksi
Minggu, 8 November 2026 - 12.00 PM WIB
Ribuan Warga Hadiri Kerja Tahun Lubukpakam, Wabup: Ini Bisa Jadi Agenda Budaya Unggul
Wabup Deliserdang, Lol Lom Suwondo hadiri Perayaan Kerja Tahun Lubukpakam Sekitarnya 2026 berlangsung meriah dengan di Lapangan Tengku Raja Muda, Lubukpakam, Sabtu malam (7/11/26). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LUBUK PAKAM (Waspada.id): Ribuan warga hadiri Perayaan Kerja Tahun Lubukpakam sekitarnya 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan Tengku Raja Muda, Lubukpakam, Sabtu malam (7/11/26). Tradisi tahunan masyarakat Karo ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga berkembang menjadi agenda budaya unggulan sekaligus ikon pariwisata Kabupaten Deli Serdang.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang, Lom Lom Suwondo, saat menghadiri perayaan tersebut.

Menurut Lom Lom, kerja tahun memiliki makna yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Karo. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan segala berkat kehidupan yang diterima sepanjang tahun.

"Selain itu, kerja tahun juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan, memupuk semangat gotong royong, serta menumbuhkan sikap saling menghormati, " kata Lom Lom.

Nilai-nilai tersebut, tambahnya, harus terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar tradisi Karo tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

“Semangat kebersamaan tersebut juga tercermin dalam tema yang diangkat pada Kerja Tahun ini, yaitu ‘Si Kuning-Kuningen Gelah Radu Megersing’, yang mengandung pesan bahwa kita akan bersinar dan menjadi kuat apabila bersatu,” ujarnya.

Lom Lom menegaskan, pesan tersebut relevan dengan kehidupan masyarakat Deliserdang yang terdiri atas beragam suku, agama, dan budaya. Keberagaman merupakan kekayaan yang harus dirawat bersama karena kerukunan dan persatuan menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun daerah.

Lebih lanjut, ia berharap Kerja Tahun Lubuk Pakam dapat berkembang menjadi ruang kebudayaan yang semakin terbuka. Tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Karo, tetapi juga memberikan kesempatan kepada seluruh etnis dan sanggar seni yang ada di Deliserdang untuk memperkenalkan seni dan tradisi masing-masing.

“Dengan keterlibatan berbagai kelompok budaya, kegiatan ini akan semakin mencerminkan keberagaman masyarakat Deliserdang, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di antara kita. Saya juga melihat kegiatan seperti ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda budaya unggulan sekaligus ikon pariwisata Kabupaten Deliserdang,” ungkapnya.

Karena itu,ia juga berharap generasi muda turut mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan tradisi, sehingga kerja tahun tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga sarana mengenalkan identitas dan nilai budaya kepada generasi penerus.

Sementara itu, Tokoh Adat Karo, Johannes Sembiring, menyampaikan bahwa Kerja Tahun bukan sekadar pesta budaya, tetapi juga sarana memperkenalkan adat istiadat, seni, dan identitas masyarakat Karo kepada generasi muda.

“Kita berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mengenal, memahami, dan melestarikan budaya Karo agar tradisi ini tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” paparnya.

Ketua Panitia, Thomas Darwin Sembiring, menyampaikan bahwa Kerja Tahun Lubuk Pakam Sekitarnya merupakan salah satu upaya menjaga dan memperkenalkan budaya Karo kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah mempererat kebersamaan dan memperkuat kecintaan terhadap budaya Karo.

Turut hadir Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Deliserdang, Hanif Fachri, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Michael T.P. Purba, anggota DPRD Deliserdang Dahnil Ginting, para kepala OPD, camat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.(id.28)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement