Breaking News
Memuat breaking news...

Rico Waas Tepati Janji, Hadiahkan Laptop Untuk Angela Natalia Zaluku

Redaksi
Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026 - 5.16 PM WIB
Rico Waas Tepati Janji, Hadiahkan Laptop Untuk Angela Natalia Zaluku
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan bantuan laptop kepada Angela Natalia Zaluku, mahasiswi Unimed, untuk menunjang kegiatan perkuliahan.Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id) — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menepati janjinya membantu Angela Natalia Zaluku, mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), dengan memberikan laptop baru untuk menunjang perkuliahannya, Selasa (27/10/2026).

Bantuan tersebut diberikan setelah Angela mengungkapkan kendala perkuliahannya akibat laptop lama yang rusak. Kondisi itu memaksanya menggunakan jasa warung internet (warnet) untuk mengerjakan tugas kuliah sehingga menambah pengeluaran keluarga.

“Laptop lama saya itu tombol-tombol keyboard-nya sudah payah, Pak. Saya terkendala setiap mengerjakan tugas-tugas,” ujar Angela.

Laptop tersebut diserahkan melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Medan, Arafat Syam, di lobi Balai Kota Medan. Penyerahan disaksikan kakak Angela.

Angela merupakan mahasiswi semester V Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unimed. Ia mengaku bersyukur karena Rico Waas merealisasikan bantuan yang dijanjikan beberapa hari sebelumnya.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota Medan Rico Waas yang telah memberikan laptop sesuai janji. Semoga laptop ini membantu kelancaran perkuliahan saya,” katanya.

Bantuan tersebut bermula ketika Angela menghadiri penyerahan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu di Grand Kanaya Hotel, Medan, Jumat (23/10/2026). Saat itu, Angela menyampaikan kendala yang dihadapinya kepada Rico Waas hingga wali kota berjanji memberikan laptop dari uang pribadinya.

Bagi Angela, bantuan itu sangat berarti. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara dan satu-satunya anggota keluarga yang saat ini menempuh pendidikan tinggi.

Ayahnya bekerja sebagai karyawan toko sepatu di kawasan Pusat Pasar Medan, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Angela berupaya menyelesaikan pendidikan tinggi demi meraih masa depan yang lebih baik.

“Bantuan ini memotivasi saya untuk lebih giat belajar. Saya berterima kasih karena Bapak Wali Kota benar-benar memberikan perhatian terhadap pendidikan di Kota Medan,” tuturnya.

Rico Waas Tepati Janji, Hadiahkan Laptop Untuk Angela Natalia Zaluku

Angela Natalia Zaluku

Anggaran Pendidikan Rp3 Miliar

Perhatian terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu juga diwujudkan Pemerintah Kota Medan melalui program bantuan biaya pendidikan pada 2026.

Rico Waas meminta agar kuota penerima bantuan pendidikan ditambah pada tahun mendatang. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda sehingga perlu mendapat perhatian lebih besar dalam pengelolaan anggaran daerah.

“Ini harus ditambah lagi kuotanya tahun depan. Kalau untuk pendidikan harus ditambah. Masih banyak yang bisa diefisienkan untuk mendongkrak bantuan pendidikan seperti ini,” kata Rico.

Ia menegaskan, anggaran bantuan pendidikan bersumber dari uang rakyat sehingga harus dikelola secara bertanggung jawab dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Ini bukan uang saya, uang rakyat. Kami hanya mengelolanya dan menyalurkannya secara tepat,” ujarnya.

Rico juga mengingatkan mahasiswa agar menghargai perjuangan orang tua yang telah berupaya menyekolahkan mereka hingga perguruan tinggi meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Jangan sampai pendidikan generasi bangsa terputus karena ketiadaan biaya pendidikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, mengatakan bantuan biaya pendidikan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga 5.

Pada 2026, Pemko Medan mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk program tersebut dengan jumlah penerima sebanyak 245 mahasiswa. Besaran bantuan bervariasi, dengan nilai maksimal Rp6 juta per semester.

Program itu bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi, meringankan beban ekonomi keluarga, serta mengurangi risiko mahasiswa putus kuliah akibat keterbatasan biaya.

Adapun persyaratan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal yang ditetapkan adalah 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3,50 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).

Khoiruddin mengapresiasi perhatian Wali Kota Medan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.(wsp,id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement