Riset Kolaboratif UIN Ar-Raniry Dorong Penguatan Ekosistem Wisata Halal di Aceh


BANDA ACEH (Waspada.id): Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan penelitian yang berfokus pada pengembangan ekosistem pariwisata halal di Provinsi Aceh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih destinasi, mengkaji berbagai tantangan pengelolaan pariwisata, serta merumuskan strategi pengembangan yang dapat menjadi masukan bagi penguatan kebijakan pariwisata daerah.
Penelitian bertajuk “Modeling Tourist Travel Decisions in a Halal Tourism Ecosystem: A Mixed Method Triangulation Approach from Aceh, Indonesia” ini diketuai oleh Dr. Muhammad Adnan, S.E., M.Si., bersama tim yang terdiri atas Marwiyati, S.E., M.M., Dr. Deni Mulyadi, S.HI., M.A., Zia Thahira, S.E., M.S.E., dan Andri Febriyanda.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui skema Bantuan Penelitian Pengembangan Kolaborasi Antarperguruan Tinggi dan/atau Kementerian/Lembaga.
Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya potensi Aceh sebagai destinasi wisata halal yang didukung oleh kekayaan alam, keberagaman budaya, serta identitas keislaman yang kuat. Meskipun demikian, keunggulan tersebut perlu diimbangi dengan kualitas infrastruktur, fasilitas, dan pelayanan yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan.
Pengembangan pariwisata halal karenanya tidak cukup hanya mengandalkan karakteristik daerah, tetapi juga memerlukan pengelolaan destinasi yang terintegrasi dan berorientasi pada pengalaman wisatawan.
Untuk mengkaji persoalan tersebut secara komprehensif, tim peneliti menggunakan pendekatan mixed methods yang menggabungkan survei terhadap 160 wisatawan di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Sabang dengan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) bersama instansi terkait.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, dinas pariwisata di ketiga kabupaten/kota tersebut, serta Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).
Melalui pendekatan ini, penelitian tidak hanya mengkaji kebutuhan dan preferensi wisatawan, tetapi juga mengintegrasikan perspektif pemerintah dalam pengelolaan destinasi. Analisis dilakukan menggunakan kerangka 3A2P, yang mencakup tiga komponen utama pariwisata (3A), yaitu aksesibilitas (accessibility), daya tarik wisata (attractions), dan fasilitas pendukung (amenities), serta dua komponen pendukung (2P), yakni sumber daya manusia (people) dan promosi (promotion).
Kelima komponen tersebut menjadi dasar untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan wisatawan sekaligus mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat dalam pengembangan ekosistem pariwisata halal di Aceh.
Hasil awal kajian kualitatif mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam pengembangan pariwisata halal di Aceh, mulai dari keterbatasan akses menuju beberapa destinasi, belum meratanya fasilitas pendukung, hingga perlunya peningkatan kompetensi pelaku wisata dan penguatan sertifikasi halal.
Di sisi lain, pemerintah daerah telah menjalankan berbagai strategi pengembangan sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah masing-masing. Temuan ini memperlihatkan pentingnya pendekatan pengembangan pariwisata yang tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan daya tarik destinasi, tetapi juga memperhatikan kualitas layanan dan kemudahan yang diperoleh wisatawan.
Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menyediakan informasi berbasis data bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi program, menentukan prioritas pembangunan, serta menyusun strategi pengembangan pariwisata yang lebih tepat sasaran.
Kebermanfaatan penelitian juga diarahkan kepada pelaku usaha dan masyarakat di sekitar kawasan wisata. Pemahaman mengenai kebutuhan wisatawan dapat menjadi acuan bagi pengelola destinasi, penyedia akomodasi, pelaku usaha kuliner, dan UMKM dalam meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan. Penguatan sektor pariwisata tersebut berpotensi membuka peluang usaha, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat.
Selain kontribusi praktis, penelitian ini diharapkan memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang ekonomi pariwisata dan perilaku konsumen. Integrasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif memungkinkan kajian yang lebih menyeluruh mengenai hubungan antara kualitas ekosistem pariwisata halal, kebutuhan wisatawan, dan kebijakan pengelolaan destinasi.
Melalui penelitian ini, UIN Ar-Raniry Banda Aceh berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan kajian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya menjadi referensi akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan dan strategi pariwisata halal Aceh yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (id67)
Berita Terkait





































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda