Rudi Alfahri: Pemuda Dan Polri Harus Bersinergi, Jangan Biarkan Narkoba Hancurkan Generasi Bangsa


MEDAN (Waspada.id) — Pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di perairan Sumatera Utara menjadi peringatan serius bahwa ancaman narkotika terhadap generasi muda harus dilawan secara berkelanjutan.
Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PAN, Rudi Alfahri Rangkuti, S.H., M.H., mengajak kalangan pemuda bersinergi dengan Polri dan seluruh elemen masyarakat untuk memerangi peredaran narkoba demi menyelamatkan masa depan bangsa.
Rudi, Senin (26/10/2026), mengapresiasi aparat gabungan yang berhasil mengungkap kasus penyelundupan tersebut. Menurutnya, keberhasilan penindakan tidak boleh berhenti pada satu pengungkapan kasus, tetapi harus menjadi bagian dari upaya berkesinambungan untuk membongkar jaringan pemasok, bandar, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran narkotika.
“Pengungkapan penyelundupan narkotika tidak boleh hanya sekali. Penindakan harus berkesinambungan agar jaringan yang terlibat dapat ditelusuri dan diputus sampai ke akarnya. Kita harus melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan mereka,” tegas legislator dari daerah pemilihan Binjai-Langkat tersebut.
Pengungkapan itu bermula dari penindakan terhadap kapal tanker MT Global 168 di perairan sekitar Tanjung Balai Asahan pada Selasa (20/10/2026). Kapal beserta barang bukti kemudian dibawa ke Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Rudi, pengungkapan kasus dalam jumlah besar tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan jalur laut dan penguatan koordinasi antaraparat penegak hukum.
Di sisi lain, Rudi menilai pemuda harus mengambil peran aktif dalam gerakan melawan narkoba. Sinergi pemuda dan Polri perlu diperkuat melalui edukasi, sosialisasi bahaya narkotika, kegiatan pencegahan di lingkungan sekolah dan kampus, serta pembentukan lingkungan masyarakat yang sehat dan produktif.
Berjalan Beriringan
Ia menegaskan, perang melawan narkoba bukan semata-mata tugas aparat penegak hukum. Keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan pemerintah harus mengambil bagian dalam pencegahan. Pendekatan edukatif dan pembinaan generasi muda juga perlu berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang tegas terhadap jaringan peredaran gelap narkotika.
Rudi mengaitkan semangat tersebut dengan visi Indonesia Emas 2045, yakni mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dengan sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing. Menurutnya, cita-cita besar itu tidak akan tercapai apabila generasi mudanya dibiarkan terjerat penyalahgunaan narkoba.
Ia juga mengajak pemuda mendukung arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun sumber daya manusia berkualitas dan memperkuat perlindungan generasi penerus bangsa. Upaya tersebut, kata Rudi, membutuhkan keterlibatan nyata pemuda melalui kegiatan positif, peningkatan kompetensi, penguatan karakter, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya.
“Indonesia Emas membutuhkan pemuda yang sehat, cerdas, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan. Karena itu, jangan beri ruang bagi narkoba untuk merampas masa depan generasi kita. Pemuda harus menjadi kekuatan bangsa, bukan korban peredaran narkotika,” katanya.
Ikrar Bersejarah
Menjelang Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, Rudi mengingatkan bahwa peringatan tahun ini menandai 98 tahun ikrar bersejarah yang dicetuskan para pemuda Indonesia pada 1928. Sumpah Pemuda menjadi tonggak persatuan melalui ikrar bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu harus diwujudkan melalui tindakan nyata sesuai tantangan zaman. Jika generasi 1928 bersatu memperjuangkan cita-cita kebangsaan, generasi muda saat ini harus bersatu menghadapi ancaman yang dapat merusak masa depan bangsa, termasuk peredaran gelap narkotika.
“Jangan biarkan semangat Sumpah Pemuda berhenti pada seremoni tahunan. Buktikan dengan tindakan nyata. Pemuda dan Polri harus bersinergi, masyarakat harus peduli, dan semua pihak harus konsisten melawan narkoba. Dengan generasi yang sehat dan berkualitas, kita dapat bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Id142)
Berita Terkait




































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda