Rudi Alfahri Rangkuti Desak Pemprovsu Segera Perbaiki Sarana Pengendalian Banjir Di Langkat


MEDAN (Waspada.id): Banjir yang kembali merendam Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Minggu (11/10), mendorong anggota DPRD Sumut dari Fraksi PAN, Rudi Alfahri Rangkuti, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) segera membenahi infrastruktur pengendalian banjir agar warga tidak terus menjadi korban bencana berulang.
“Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Jangan sampai masyarakat terus dihantui kecemasan setiap kali hujan deras turun. Sarana dan prasarana pengendalian banjir harus segera dibenahi agar risiko bencana dapat dikurangi,” tegas Rudi, Senin (12/10).
Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) 12 Binjai-Langkat itu mengatakan, banjir berulang harus menjadi perhatian serius pemerintah. Penanganan tidak boleh hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga harus disertai upaya pencegahan melalui perbaikan infrastruktur pengendali banjir.
Banjir di Kecamatan Besitang terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (10/10) sore hingga malam. Di Desa Sekoci, banjir berdampak pada lima dusun, yakni Dusun 4, Dusun 5 Sejambu, Dusun 6 Sidodadi, Dusun 7 Pantai Pulo, dan Dusun 8 Sukaramai. Sebanyak 15 kepala keluarga dilaporkan terpaksa mengungsi.
Bencana serupa sebelumnya melanda Desa Sekoci pada 6 September 2026. Saat itu, empat dusun terdampak, yakni Dusun I Sekoci, Sidodadi, Pante Pulo, dan Sei Jambu. BPBD Langkat mencatat 228 kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air di sejumlah lokasi mencapai sekitar dua meter.
Menurut Rudi, banjir berulang tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian banjir di Langkat. Pemerintah harus mengidentifikasi titik rawan, memeriksa kondisi sungai, serta memastikan infrastruktur yang tersedia mampu mengurangi risiko luapan air ke permukiman warga.
Ia meminta Pemprovsu berkoordinasi dengan Pemkab Langkat, BPBD, dan kementerian terkait untuk mengkaji kebutuhan pembangunan tanggul atau benteng penahan banjir, perbaikan drainase, serta normalisasi sungai di kawasan rawan banjir.
“Jangan sampai penanganan hanya dilakukan setelah banjir terjadi. Pemerintah harus mencari penyebab utamanya dan menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus menjadi korban setiap kali hujan deras,” ujarnya.
Selain pembenahan infrastruktur, Rudi meminta pemerintah memastikan bantuan bagi warga terdampak tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran. Kebutuhan pangan, air bersih, pelayanan kesehatan, serta tempat pengungsian yang layak harus menjadi prioritas selama warga belum dapat kembali beraktivitas secara normal.
Ia juga mendorong evaluasi terhadap program dan anggaran penanggulangan banjir agar pelaksanaannya tepat sasaran serta sesuai kebutuhan di lapangan. Perencanaan pembangunan harus didasarkan pada kajian teknis, terutama di wilayah yang berulang kali terdampak banjir.
Rudi berharap Pemprovsu dan Pemkab Langkat segera menyusun langkah konkret, termasuk menetapkan prioritas dan jadwal perbaikan sarana pengendalian banjir. Dengan penanganan yang terencana dan berkelanjutan, risiko banjir di Desa Sekoci dan wilayah lain di Kecamatan Besitang diharapkan dapat dikurangi. (Id142)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda