Rumah Kosong Ambruk Diterjang Hujan Dan Angin Kencang, Forkopimcam Medan Denai Turun Ke LokasiRumah Kosong Ambruk Diterjang Hujan Dan Angin Kencang, Forkopimcam Medan Denai Turun Ke Lokasi

MEDAN (Waspada.id): Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Medan, Selasa malam (18/8/2026), menyebabkan satu unit rumah kosong di Jalan Tangguk Bongkar VII No.88, Kelurahan Tegal Sari Mandala II (TSM II), Kecamatan Medan Denai, ambruk.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Bangunan yang diketahui sudah lama tidak dihuni itu juga tidak sampai menimpa rumah warga yang berada di sekitarnya.
Camat Medan Denai, Yogi Prayoga, S.IP, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam), , membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, bangunan rumah itu sudah tidak dilanjutkan pembangunannya sejak 2025.
“Berdasarkan pantauan semalam, bangunan itu tidak mengenai rumah di sebelahnya. Saya bersama lurah, Polsek, dan Koramil langsung turun ke lokasi untuk memastikan tidak ada potensi bahaya bagi warga,” ujar Yogi, Rabu (19/8/2026).
Menurut Yogi, pihak kecamatan telah memanggil pengelola bangunan untuk membahas langkah penanganan dan mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
“Kami lakukan mediasi bersama lurah, Polsek, Koramil, dan warga sekitar. Tujuannya mencari solusi agar tidak ada dampak lanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Tegal Sari Mandala II, Juli, mengatakan bangunan tersebut ambruk setelah kawasan itu dilanda hujan deras disertai angin kencang yang diduga seperti puting beliung.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Rumah itu memang kosong. Kalau hujan deras dan angin kencang di sini memang sering ada atap tumbang,” kata Juli.
Ia menuturkan, dirinya bersama camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala lingkungan langsung mendatangi lokasi meski kondisi cuaca masih buruk.
“Pas kejadian kami semua ke lokasi. Rumah kanan kiri aman, hanya rumah itu yang runtuh,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kepala Lingkungan (Kepling) setempat telah mendirikan posko penjagaan untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem kembali terjadi.
“Kepling buat posko, takut hujan deras dan angin puting beliung datang lagi,” tambah Juli.
Kepling Lingkungan VII, Daniel, mengatakan rumah tersebut diperkirakan ambruk sekitar pukul 20.00 WIB. Beruntung, bangunan yang runtuh tidak mengenai rumah warga di sekitarnya.
“Semua cepat tanggap. Kepling, Ibu Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pak Camat langsung datang ke lokasi,” ungkap Daniel.
Ia menambahkan, pihaknya bersama unsur terkait terus bersiaga di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca buruk susulan.
“Kami langsung siaga. Posko kami dirikan untuk antisipasi kalau cuaca buruk datang lagi,” pungkasnya.
Hingga Rabu (19/8/2026), Forkopimcam Medan Denai masih melakukan pemantauan terhadap lokasi tersebut serta sejumlah titik yang dinilai rawan di wilayah TSM II, sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (fs)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda