Breaking News
Memuat breaking news...

Rupiah Berbalik Menguat, Emas Tembus US$4.300 di Tengah Ketegangan Global

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 6.10 PM WIB
Rupiah Berbalik Menguat, Emas Tembus US$4.300 di Tengah Ketegangan Global
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Pasar keuangan Indonesia menutup perdagangan akhir pekan dengan kinerja positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,04 persen ke level 6.409,654, sementara rupiah berhasil berbalik menguat setelah sempat tertekan pada awal perdagangan.

Di sisi lain, harga emas dunia kembali melesat dan menembus level psikologis US$4.300 per troy ons di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pengamat Ekonomi dan Pasar Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, penguatan IHSG didorong oleh aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, seperti BBRI, BBCA, BMRI, TLKM, INDF, hingga ADRO.

"Mayoritas bursa saham Asia memang ditutup melemah. Namun, penguatan bursa saham China, seperti Shenzhen, Hang Seng, dan Shanghai, ikut memberikan sentimen positif sehingga IHSG mampu menutup perdagangan di zona hijau," ujar Gunawan, Jumat (7/8).

Menurutnya, pergerakan rupiah juga menunjukkan perbaikan. Mata uang Garuda sempat melemah hingga Rp17.920 per dolar AS pada awal sesi, namun berbalik menguat dan ditutup di level Rp17.885 per dolar AS.

"Penguatan rupiah terjadi meski indeks dolar AS (USD Index) relatif stabil di kisaran 99,9. Ini menunjukkan adanya perbaikan sentimen terhadap aset domestik menjelang rilis data penting dari Amerika Serikat," jelasnya.

Gunawan menambahkan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya penambahan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll) yang diperkirakan meningkat sekitar 80 ribu pekerja. Selain itu, tingkat pengangguran AS diproyeksikan tetap berada di level 4,2 persen.

"Data tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan pasar keuangan global pada awal pekan depan. Jika hasilnya lebih kuat dari ekspektasi, peluang penguatan dolar AS akan kembali terbuka. Sebaliknya, jika lebih lemah, aset berisiko seperti saham dan mata uang negara berkembang berpotensi mendapat sentimen positif," katanya.

Sementara itu, harga emas dunia justru terus mencatatkan penguatan. Pada perdagangan hari ini, emas naik ke level US$4.316 per troy ons atau sekitar Rp2,49 juta per gram, sekaligus menembus kembali batas psikologis US$4.300 per troy ons.

Menurut Gunawan, kenaikan harga emas terjadi karena investor masih memburu aset safe haven di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Selain menanti data ekonomi AS, ketegangan di Asia juga menjadi faktor pendorong.

"Peluncuran rudal jarak pendek oleh Korea Utara ke arah wilayah Jepang kembali meningkatkan kekhawatiran pasar. Di tengah ketidakpastian tersebut, emas tetap menjadi pilihan utama investor sebagai instrumen lindung nilai," pungkasnya. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement