Breaking News
Memuat breaking news...

Rupiah dan Emas Menguat, IHSG Malah Terperosok ke Zona Merah

Redaksi
Redaksi
Rabu, 30 September 2026 - 5.06 PM WIB
Rupiah dan Emas Menguat, IHSG Malah Terperosok ke Zona Merah
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Penguatan rupiah dan harga emas tidak mampu mengangkat kinerja pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berakhir di zona merah setelah sempat menguat pada sesi perdagangan pertama.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, sentimen positif dari pelemahan harga minyak mentah dunia yang kini berada di bawah US$100 per barel hanya mampu memberikan dorongan sementara terhadap pasar saham.

IHSG sempat menguat hingga level 6.187 pada perdagangan hari ini, Rabu (30/9). Namun, penguatan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga penutupan.

“Pengaruh positif pelemahan harga minyak mentah dunia yang di bawah US$100 per barel hanya bertahan sementara,” kata Gunawan, Rabu (30/9) sore.

IHSG akhirnya ditutup melemah 0,83 persen ke level 6.071. Pergerakan tersebut terjadi ketika mayoritas bursa saham Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.

Rupiah Justru Konsisten Menguat

Kondisi berbeda terjadi pada pasar valuta asing. Rupiah mampu bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan dan ditutup menguat ke level Rp17.870 per dolar AS.

Menurut Gunawan, penguatan rupiah juga sejalan dengan penguatan sejumlah mata uang Asia lainnya, seperti baht Thailand, rupee India, dan dolar Singapura.

“Penguatan rupiah tidak sendirian, di mana ada banyak mata uang Asia lainnya yang juga turut ditutup menguat,” ujarnya.

Di tengah penguatan mata uang Asia, dolar AS belum sepenuhnya mendapatkan keuntungan dari sejumlah indikator pasar keuangan yang relatif stabil.

Indeks dolar AS atau USD Index sempat berada di level 101,4. Sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun masih bertahan di sekitar 5,22 persen.

Gunawan menilai sentimen penurunan harga minyak justru memberikan dukungan lebih besar terhadap rupiah dibandingkan terhadap pasar saham.

Harga Minyak Turun Bukan Karena Geopolitik Mereda

Menurut Gunawan, pelemahan harga minyak mentah dunia saat ini perlu dicermati karena tidak serta-merta mencerminkan membaiknya kondisi geopolitik global.

Penurunan harga minyak lebih banyak dipengaruhi oleh membaiknya sisi pasokan atau persediaan minyak.

“Pelemahan harga minyak saat ini menunjukkan bahwa harga minyak tidak memberikan dampak besar bagi kinerja sektor keuangan secara keseluruhan. Karena penurunan harga minyak bukan dikarenakan oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah, namun lebih dikarenakan oleh membaiknya data supply atau persediaan minyak itu sendiri,” jelasnya.

Artinya, penurunan harga minyak belum cukup menjadi katalis kuat bagi pasar saham. Pelaku pasar masih harus mencermati berbagai faktor global lainnya, terutama arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Inflasi AS Jadi Penentu Pasar Selanjutnya

Pada perdagangan berikutnya, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada data inflasi Amerika Serikat.

Data tersebut dinilai penting karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), yang pada akhirnya turut menentukan pergerakan aset keuangan dan komoditas global.

“Pada perdagangan selanjutnya pasar akan disuguhkan data inflasi AS yang akan menentukan pergerakan pasar keuangan maupun komoditas secara keseluruhan,” kata Gunawan.

Salah satu aset yang berpotensi merespons kuat rilis data tersebut adalah emas.

Pada perdagangan sore, harga emas dunia terpantau menguat ke level US$4.187 per troy ounce, atau masih berada di kisaran Rp2,4 juta per gram.

Dengan demikian, pasar keuangan domestik menunjukkan pergerakan yang beragam. Rupiah dan emas mampu menguat, sementara IHSG justru terkoreksi cukup dalam. Arah pasar berikutnya akan sangat bergantung pada bagaimana pelaku pasar merespons data inflasi AS serta implikasinya terhadap kebijakan moneter global. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement