Rupiah dan IHSG Tertekan di Awal Pekan, Harga Minyak Kembali Naik

MEDAN (Waspada.id): Pasar keuangan Indonesia mengawali perdagangan pekan ini dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah melemah di tengah kembali naiknya harga minyak mentah dunia serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, harga minyak mentah dunia sempat bergerak stabil dalam rentang US$100 hingga US$104 per barel setelah muncul kabar Iran akan bertemu dengan sejumlah perwakilan negara-negara Teluk di Oman untuk membahas situasi di sekitar Selat Hormuz.
Namun, harga minyak kembali bergerak naik dan Brent telah berada di kisaran US$106 per barel. Kenaikan tersebut terjadi di tengah kabar adanya serangan terhadap kapal pengangkut minyak di kawasan Selat Hormuz.
"Setelah Iran dikabarkan akan bertemu dengan sejumlah wakil negara-negara teluk di oman, terkait pembahasan mengenai selat hormus. Harga minyak mentah dunia sempat terpantau bergerak stabil dalam rentang $100 hingga $104 per barel, dan belakangan kembali naik ke level $106 per barel untuk jenis Brent," kata Gunawan, Senin (14/9).
Menurutnya, kenaikan harga minyak tersebut kembali menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global, khususnya apabila gangguan terhadap distribusi minyak melalui Selat Hormuz berlangsung lebih lama.
Tekanan tersebut juga tercermin pada perdagangan pasar saham Asia. Mayoritas bursa saham di kawasan Asia dibuka melemah pada sesi perdagangan pagi.
Di dalam negeri, IHSG juga terkoreksi pada pembukaan perdagangan dan berada di level 6.533. Pada saat yang sama, rupiah ikut melemah dan diperdagangkan di kisaran Rp17.610 per dolar AS.
"Minimnya sentimen di awal pekan membuat pasar keuangan cenderung merespon negatif geopolitik di timur tengah," ujar Gunawan.
Banyak Data Ekonomi Jadi Perhatian
Gunawan menilai tekanan terhadap pasar keuangan kemungkinan masih akan berlangsung sepanjang pekan ini. Pasalnya, sejumlah agenda ekonomi penting dari negara-negara besar akan menjadi perhatian investor.
China dijadwalkan merilis sejumlah data ekonomi yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar di negara-negara emerging market Asia. Setelah itu, Amerika Serikat juga akan merilis berbagai indikator ekonomi penting.
Namun, menurut Gunawan, perhatian terbesar pasar akan tertuju pada kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).
"Dari semua data penting yang akan tersaji dalam sepekan kedepan, kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS yang akan menjadi isu utama yang akan menggerakan sektor keuangan," jelasnya.
Ia mengatakan, arah kebijakan The Fed akan sangat menentukan pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, harga emas, hingga mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Harga Emas Ikut Tertekan
Di sisi lain, harga emas dunia juga mengalami pelemahan. Harga emas tercatat berada di level sekitar US$4.350 per troy ounce atau setara sekitar Rp2,47 juta per gram.
Gunawan mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi lonjakan inflasi.
Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah data inflasi AS yang dirilis pada pekan sebelumnya memberikan sinyal bahwa ruang bagi The Fed untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat masih terbuka.
Tekanan terhadap aset berisiko dan emas juga terlihat dari kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun yang mendekati level 5 persen, tepatnya di kisaran 4,9 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS atau USD Index masih berada di sekitar level 99.
"Dua indikator keuangan AS tersebut tetap memberikan kemungkinan tekanan pada harga Emas maupun mata uang Rupiah dalam jangka pendek," kata Gunawan.
Menurutnya, investor perlu mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak, data ekonomi AS dan China, serta arah kebijakan The Fed. Kombinasi faktor tersebut akan menjadi penentu utama volatilitas pasar keuangan Indonesia dalam beberapa hari ke depan. (id09)













Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda