Breaking News
Memuat breaking news...

Rusia Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di RI

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 12 September 2026 - 8.18 AM WIB
Rusia Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di RI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Perusahaan aluminium asal Rusia, Rusal, berencana membangun fasilitas hilirisasi bauksit di Indonesia. Rencana tersebut mencakup pengolahan bauksit menjadi alumina dan akan berlokasi di Kalimantan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi Rusal tersebut merupakan salah satu hasil pembicaraan antara pemerintah Indonesia dan Rusia setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Moskow pada awal September 2026.

"Mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina dan itu di daerah Kalimantan," ujar Bahlil dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (11/9).

Menurut Bahlil, pemerintah bersama Rusal saat ini tengah menyelesaikan proses perizinan pembangunan fasilitas tersebut. Kerja sama investasi itu nantinya juga melibatkan perusahaan dalam negeri.

"Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final dan kita memang melakukan kolaborasi dan mereka melakukan kerjasama dengan pengusaha dalam negeri," jelasnya.

Rusal Masuk Indonesia

Rencana investasi Rusal sebelumnya juga disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia.

Prabowo mengatakan, Indonesia telah membuka kerja sama dengan Rusal dan perusahaan aluminium tersebut akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan fasilitas pengolahan bersama kelompok usaha nasional.

"Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok-kelompok Indonesia," kata Prabowo di Eastern Economic Forum (EEF) Vladivostok, Rusia, Kamis (4/9).

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat hilirisasi komoditas mineral, khususnya bauksit. Dengan pengolahan di dalam negeri, nilai tambah komoditas diharapkan dapat meningkat sebelum produk dipasarkan ke pasar domestik maupun global.

Prabowo juga menegaskan Indonesia masih membuka peluang untuk memperluas hubungan ekonomi dengan Rusia melalui berbagai sektor.

"Kami masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dan Indonesia," tandasnya.

Rencana pembangunan fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina tersebut sekaligus memperkuat agenda pemerintah untuk mendorong investasi dan hilirisasi mineral di dalam negeri, dengan melibatkan mitra asing sekaligus pelaku usaha nasional. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement