Saat Kapolres Duduk Bersama Pemulung, Asa Kemandirian Itu Tumbuh


KUTACANE (Waspada.id): Di Desa Perapat Titi Panjang, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, ada pemandangan yang menghangatkan hati. Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., turun langsung menyapa warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari mengumpulkan barang bekas, Kamis (29/10).
Bukan sekadar kunjungan. Kehadiran Kapolres bersama Kapolsek Lawe Bulan Iptu Yessy dan personel adalah wujud nyata program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), program Kapolri yang mendorong Polri lebih peduli pada persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan pendekatan humanis, Kapolres duduk bersama, berdialog, mendengarkan cerita warga tentang beratnya memenuhi kebutuhan hidup. Satu per satu keluh kesah itu ia catat, bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dicarikan jalan keluar.

Program Poliran tidak berhenti pada menyapa. Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi. Polres Aceh Tenggara melakukan pendataan, memetakan potensi dan keterampilan warga, serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak terkait agar warga mendapat akses pekerjaan dan usaha produktif.
"Polri harus hadir memahami persoalan masyarakat dan mendorong solusi sesuai kebutuhan di lapangan," ujar AKBP Rujiyanto.
Melalui Poliran, peran Bhabinkamtibmas dan jajaran kepolisian diperkuat sebagai jembatan antara masyarakat dengan pihak yang dapat membantu peningkatan keterampilan, kesempatan kerja, dan pengembangan usaha.

Polres Aceh Tenggara berkomitmen menjalankan Poliran secara berkelanjutan. Dengan sinergi dan kepedulian bersama, diharapkan masyarakat semakin mandiri, produktif, dan turut menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.
Poliran: Hadir untuk Memahami, Bersinergi untuk Membuka Peluang, dan Bergerak untuk Kemandirian Masyarakat. (id80)
Berita Terkait









































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda