Breaking News
Memuat breaking news...

Saat Mencari Nafkah di Tengah Laut, Tiga ABK KM Pulau Samosir Tewas di Dalam Palka

Redaksi
Redaksi
Selasa, 1 September 2026 - 8.57 AM WIB
Saat Mencari Nafkah di Tengah Laut, Tiga ABK KM Pulau Samosir Tewas di Dalam Palka
Jasad salah seorang ABK KM Pulau Samosir dievakuasi dari dalam palka setelah sandar di Gudang Buncuan, Gabion Belawan, Senin (31/08/2026).Waspada.id/Ist ‎
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

‎BELAWAN (Waspada.id): Tiga anak buah kapal (ABK) KM Pulau Samosir meninggal dunia saat menjalankan aktivitas melaut di perairan Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, Senin (31/08/2026) sekira pukul 09:00. Ketiga korban ditemukan di dalam palka diduga karena kekurangan oksigen atau keracunan gas berbahaya.

‎Ketiga korban masing-masing bernama Iwan, 51, Garto, 50, dan Mamat, 45, yang seluruhnya berprofesi sebagai nelayan. Peristiwa tersebut terjadi ketika kapal dengan sembilan ABK itu tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan setelah bertolak dari Gudang Buncuan Gabion, Pelabuhan Perikanan Samudera, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, pada pukul 02.30 WIB.

Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I Kolonrl Wahyu Kurniawan, Selasa (1/09/2026) menyebutkan, tragedi bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika Garto memasuki palka bagian depan untuk melakukan pembersihan.

"Saat berada di dalam palka, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Mamat kemudian berupaya menyelamatkan rekannya dengan masuk ke dalam palka, namun turut mengalami kondisi serupa," terang Kolonel Wahyu.

‎Melihat kejadian tersebut, Iwan juga berusaha memberikan pertolongan, tetapi kembali terjadi musibah dan Iwan ikut tidak sadarkan diri.

"Nakhoda KM Pulau Samosir, Yusri M. Jamil, kemudian mengambil tindakan cepat dengan melarang ABK lainnya mendekati palka untuk mencegah jatuhnya korban tambahan serta memutar haluan kapal kembali menuju darat. Sekira pukul 16.00 WIB, KM Pulau Samosir tiba dan bersandar di Gudang Buncuan Gabion," lanjut Kadispen.

Personel Posal Medan Labuhan segera bergerak membantu proses evakuasi setelah menerima laporan dari pengurus gudang.

"Mulai pukul 16.05 WIB, personel bersama ABK melakukan evakuasi ketiga korban dari dalam palka dengan dukungan ambulans yang telah disiagakan di lokasi. Setelah proses berlangsung, pada pukul 17.30 WIB ketiga jenazah berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga.

‎Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I melalui Posal Medan Labuhan terus memberikan perhatian terhadap penanganan insiden tersebut, termasuk melaporkan kejadian kepada komando atas dan membantu proses evakuasi.

Kadispen menambahkan, berdasarkan analisa awal, kondisi di dalam palka diduga berkaitan dengan paparan gas berbahaya atau kekurangan oksigen, namun penyebab pasti masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kodaeral I juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) maritim, khususnya memastikan ventilasi dan kondisi udara di ruang tertutup seperti palka sebelum ABK memasuki area tersebut, guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa dan menjaga keselamatan para pejuang laut yang menggantungkan hidupnya dari lautan. (id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement