Sabar Warga Berbuah, Jembatan Natam Darul Hasanah Kini Bisa Dilalui Kendaraan


KUTACANE (Waspada.id): Kabar gembira datang dari Kecamatan Darul Hasanah. Jalan jembatan darurat Natam yang sempat berulang kali putus diterjang derasnya Sungai Alas kini akhirnya bisa kembali dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ribuan warga di seberang sungai menyambutnya dengan sukacita. Akses yang sempat terputus itu menjadi nadi utama mereka untuk bersekolah, berobat, dan membeli kebutuhan pokok ke Kota Kutacane.
"Alhamdulillah, jembatan darurat ini memudahkan anak-anak sekolah dan warga yang ingin ke kota tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang mahal," ujar seorang warga.
Rasa syukur itu juga diiringi ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah, Pemerintah Kecamatan Darul Hasanah, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan semua pihak yang peduli terhadap warga di seberang sungai.
Camat Darul Hasanah, Hayadun, SP, saat dihubungi Waspada.id, Senin (2/11), melalui sambungan WhatsApp membenarkan kabar tersebut.

Camat Darul Hasanah, Hayadun, SP. Waspada.id/Seh Muhammad Amin
"Alhamdulillah, hari ini, Senin, 2 November 2026, jalan darurat Jembatan Natam yang sempat terputus beberapa kali akibat derasnya hujan dan tingginya debit air Sungai Alas yang menghantam tanggul, akhirnya sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat," katanya.
Atas nama masyarakat, Hayadun menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara beserta seluruh dinas terkait yang terus berupaya merespons keluhan mendesak warga.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan alat berat melalui Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk penanganan jalan dan aliran sungai yang rusak berat akibat banjir pada 2025 dan 2026.
"Semoga alat berat tersebut tetap bisa bekerja demi kepentingan dan kebutuhan masyarakat Aceh Tenggara," harapnya.
Dari peristiwa ini ada pelajaran berharga: ketika alam menguji dengan banjir dan arus yang ganas, kebersamaan pemerintah dan masyarakat menjadi jembatan yang paling kuat. Jembatan darurat boleh putus, namun semangat gotong royong tidak boleh putus.
Sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, mari kita jaga bersama jembatan darurat ini dengan tidak membuang sampah ke sungai dan tetap waspada saat debit air naik.(id80)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda