Safari Jumat di Masjid Al Mukhlisin, Rico Waas Salurkan Bantuan Rp50 Juta dan Respons Keluhan Warga


MEDAN (Waspada.id): Masjid Al Mukhlisin di Jalan Lukah, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, menerima bantuan pembangunan dan renovasi sebesar Rp50 juta dari Pemerintah Kota Medan dalam kegiatan Safari Jumat yang dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Jumat (30/10/2026).
Bantuan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) tersebut diserahkan secara simbolis kepada Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Mukhlisin, Sopiyan Pohan.
Saat ini, Masjid Al Mukhlisin masih dalam tahap renovasi sejak 2022. Selain melanjutkan pembangunan, pengurus masjid juga berencana membangun kamar mandi dan tempat wudu untuk menunjang kenyamanan jemaah.
Ketua BKM Masjid Al Mukhlisin, Sopiyan Pohan, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan Pemko Medan. Ia mengaku bangga atas kehadiran langsung Wali Kota Medan bersama jajaran perangkat daerah.
"Saya merasa bangga atas kehadiran Bapak Wali Kota. Terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk kemakmuran masjid. Saat ini Masjid Al Mukhlisin masih dalam tahap renovasi dan kami juga akan membangun kamar mandi dan tempat wudu," ujarnya.

Selain bantuan dana Rp50 juta, Pemko Medan juga menyerahkan sejumlah bantuan lainnya. Dinas Koperasi UKM memberikan satu set mesin servis AC, Dinas Ketahanan Pangan menyerahkan 70 polybag bibit cabai, Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan satu set alat tenis meja, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyerahkan satu unit rak buku, satu set buku dan akses melalui barcode e-book.
Rico Waas berharap bantuan tersebut dapat mendukung percepatan pembangunan Masjid Al Mukhlisin sehingga semakin nyaman digunakan untuk beribadah dan menjadi ruang berkumpul serta mempererat persaudaraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga memanfaatkan Safari Jumat sebagai ruang dialog langsung dengan jemaah untuk mendengarkan aspirasi dan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Didampingi Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar dan jajaran pimpinan perangkat daerah, Rico Waas meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan keluhan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Salah satu keluhan disampaikan Windi Hermawan terkait lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati di sejumlah titik Jalan Lukah I dan Lukah II. Bahkan, menurutnya, terdapat lebih dari lima titik lampu yang tidak berfungsi di salah satu ruas jalan.
Menanggapi laporan tersebut, Rico Waas langsung meminta Kepala Dinas Perhubungan mengecek dan memperbaiki lampu penerangan jalan yang rusak.
"Saya minta Kadishub cek lampu tersebut. Malam ini harus hidup," tegasnya.
Selain persoalan penerangan jalan, masalah kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut.
Rico Waas menegaskan camat dan lurah harus aktif memantau wilayah masing-masing dan segera menangani tumpukan sampah yang ditemukan, bukan membiarkannya hingga meresahkan masyarakat.
"Jangan pula melihat sampah di tengah jalan, tetapi diam-diam saja. Kalau ada, harus dibersihkan. Ini jelas, ya. Pastikan dibersihkan," tegasnya.
Penegasan itu disampaikan setelah warga bernama Teddy Saputra mengeluhkan masih ditemukannya tumpukan sampah di sejumlah lokasi, mulai dari parit, tanah kosong hingga lapangan.
Teddy yang sehari-hari bekerja sebagai sales mengaku kerap menemukan persoalan tersebut ketika berkeliling Kota Medan. Ia kemudian menyebut beberapa lokasi, di antaranya kawasan perbatasan Perumnas Mandala Medan Denai, Jalan Pelangi dan Jalan Sisingamangaraja.

Rico Waas meminta camat dan lurah menindaklanjuti laporan tersebut. Ia juga meminta aparatur kewilayahan tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif menyisir lingkungan dan memastikan persoalan kebersihan segera ditangani.
Keluhan lainnya disampaikan seorang warga terkait tumpukan sampah di lahan kosong di kawasan Selambo 6, Kelurahan Amplas, dekat lokasi Masjid Al Mukhlisin.
Menanggapi laporan itu, Rico Waas langsung memerintahkan Lurah Amplas Ardiansyah Lubis menemui warga untuk memastikan lokasi dan segera membersihkan tumpukan sampah tersebut.
"Pak Lurah, kami perintahkan! Bapak temui Ibu tadi, tunjukkan di mana titik sampahnya, kemudian bersihkan! Bisa?" ujar Rico.
Rico menegaskan Safari Jumat tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin pemerintah dengan mengunjungi masjid dan menyerahkan bantuan. Kegiatan tersebut juga harus menjadi sarana membangun komunikasi serta mengetahui langsung kebutuhan dan persoalan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran pemerintah harus memberikan manfaat nyata melalui perhatian dan tindak lanjut terhadap aspirasi warga.(wsp.id)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda