Safaruddin: Edukasi Stunting dan Pernikahan Dini Harus Sentuh Masyarakat


BLANGPIDIE (Waspada.id): Penanganan stunting dan pencegahan pernikahan dini, di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membutuhkan edukasi yang tepat, persuasif dan sesuai kearifan lokal.
Pendekatan tersebut dinilai penting, agar masyarakat memahami risiko, serta langkah pencegahannya.
Penegasan itu disampaikan Bupati Abdya, Safaruddin, saat membuka kegiatan TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB) Kesehatan di Desa Pisang, Kecamatan Setia, Kamis (29/10).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Kodim 0110/Abdya, dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Abdya.
Safaruddin mengatakan, stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi keluarga dan faktor sosial lainnya. Karena itu, penanganannya memerlukan keterlibatan lintas sektor, serta pemahaman terhadap kondisi masyarakat. “Edukasi perlu disesuaikan dengan kearifan lokal, agar masyarakat dapat memahami persoalan dan langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyampaian informasi mengenai stunting dan pernikahan dini, harus mengedepankan pendekatan yang bijak, sehingga pesan yang disampaikan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi mendorong perubahan pemahaman dan perilaku masyarakat.
Bupati juga mengapresiasi keterlibatan TNI, DPMP4, kader KB dan unsur masyarakat, dalam mendukung pelayanan keluarga berencana, serta kesehatan keluarga.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut, membutuhkan kerja sama berkelanjutan, terutama untuk menjangkau keluarga prasejahtera.
Sementara itu, Plt Kepala DPMP4 Abdya, Jufri, SAg MM, didampingi Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hermansyah SE, mengatakan, TNI Manunggal KB Kesehatan, menjadi bagian dari upaya memperkuat program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana atau Bangga Kencana.
Menurut Jufri, kemitraan dengan Kodim 0110/Abdya, diharapkan memperluas jangkauan program KB, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera.
Ia menambahkan, keberhasilan program tidak cukup mengandalkan pemerintah. Dukungan aparatur gampong, tokoh masyarakat, kader dan peserta KB juga diperlukan, agar edukasi serta pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta, yang terdiri atas aparatur gampong, tokoh masyarakat dan akseptor KB.
Turut hadir Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, Kepala Kejaksaan Negeri Abdya Kardono SH MH, Ketua TP PKK Abdya Ratna Sari Dewi, Kabag Ops Polres Abdya Kompol Dr Marzuki SH MSi, Camat Setia Syamsul Hidayat, serta sejumlah unsur terkait lainnya.(id82)
Berita Terkait









































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda