Breaking News
Memuat breaking news...

Sahuti Keluhan Masyarakat, Anggota DPRK Aceh Tamiang Tinjau Luapan Limbah dari Sumur Tua Pertamina

Redaksi
Redaksi
Selasa, 20 Oktober 2026 - 7.57 PM WIB
Sahuti Keluhan Masyarakat, Anggota DPRK Aceh Tamiang Tinjau Luapan Limbah dari Sumur Tua Pertamina
Kondisi sumur minyak Pertamina Rantau yang tidak beroperasi lagi di Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, saat ditinjau anggota DPRK Aceh Tamiang. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Komisi III bersama Komisi IV DPRK Aceh Tamiang melakukan peninjauan lapangan terhadap keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran air di aliran parit atau sungai kecil yang berada di wilayah Kecamatan Karang Baru dan terhubung hingga wilayah Kecamatan Manyak Payed.

Peninjauan lapangan yang dilakukan Komisi III bersama Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, yang membidangi pembangunan dan industri, pada Senin (19/10/2026) tersebut merupakan upaya menyahuti keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan. Keluhan itu terutama mengenai aliran air parit yang berwarna kehitam-hitaman dan sempat menimbulkan bau tidak sedap.

Adapun titik yang ditinjau adalah salah satu sumur minyak milik Pertamina Rantau yang dikabarkan tidak beroperasi lagi di Kampung Paya Meta, Kecamatan Karang Baru. Dalam peninjauan tersebut, hadir langsung Wakil Ketua Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Yunus, S.Pd., bersama Sekretaris Komisi IV, Muhammad Irwan, S.P., M.M. Mereka turut didampingi Maulizar Zikri dan Sugiono dari Komisi III DPRK Aceh Tamiang. Hadir pula unsur terkait dan warga setempat.

Sahuti Keluhan Masyarakat, Anggota DPRK Aceh Tamiang Tinjau Luapan Limbah dari Sumur Tua Pertamina

Muhammad Irwan, Sekretaris Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan di lapangan, tidak tertutup kemungkinan luapan limbah minyak dari sumur Pertamina tersebut menjadi salah satu penyebab air parit berubah warna menjadi hitam akibat tercemar limbah minyak dari sumur dimaksud.

Terlebih, belakangan ini kondisi cuaca sering diguyur hujan sehingga luapan limbah minyak tersebut mengalir bersama air hujan hingga mencapai aliran parit di lingkungan masyarakat. “Bahkan, kondisi di sekitar lokasi sumur minyak tua ini tampak beberapa titik yang dipenuhi genangan air limbah minyak,” sebutnya.

Muhammad Irwan menegaskan bahwa Pertamina seharusnya aktif menangani limbah yang timbul di lokasi sumur minyak yang tidak dioperasikan lagi. “Harus ada pemantauan dan jangan dibiarkan begitu saja. Tentu kondisi ini berdampak bagi warga sekitar atau sepanjang aliran air yang dimasuki limbah minyak ini,” terangnya.

Menurutnya, aliran parit di wilayah permukiman warga juga digunakan untuk mengairi areal persawahan. Jika parit tercemar limbah, dampaknya jelas merugikan petani karena tanaman padi mereka bisa mati. Selain itu, terdapat dampak lainnya akibat air yang diduga tercemar limbah.

Karena itu, Komisi IV DPRK Aceh Tamiang meminta pihak Pertamina Rantau segera menangani luapan limbah minyak yang keluar dari sumur minyak yang tidak digunakan lagi tersebut.

“Ini penting demi terciptanya lingkungan yang bebas dari pencemaran serta agar masyarakat tidak lagi khawatir terhadap pencemaran akibat luapan limbah minyak dari sumur tua Pertamina,” pinta Muhammad Irwan. (id76)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement