Salim Fakhry Membawa Ruh Golkar, Membesarkan Beringin Rindang AcehSalim Fakhry Membawa Ruh Golkar, Membesarkan Beringin Rindang Aceh

KUTACANE (Waspada.id): HM Salim Fakhry. SE, MM Tak ada yang tak kenal dengan sosok populer dan merakyat ini. Apalagi di Aceh Tenggara. Bagaimana tidak demikian, merintis karir merangkak dari bawah sebagai pengurus partai Golkar, jauh sebelumnya sebelum era reformasi.
Lalu terpilih menjadi anggota DPRD Aceh Tenggara selama dua tahun dari 1997-1999. Dan kemudian terpilih kembali paska masuknya era reformasi pada pemilu tahun 1999,hingga akhirnya dipercayakan sebagai Ketua Komisi, Ketua Fraksi Partai Golkar, Wakil Ketua DPRK dan terpilih menjadi Ketua DPRK Agara, hingga akhirnya terpilih lagi menjadi anggota DPR RI dari Dapil Aceh 1 mewakili Partai Golkar selama dua periode.
Tak sampai disitu saja, meski kariernya sempat pasang surut karena tak terpilih menjadi Wakil Bupati ketika berpasangan dengan H. Armen Desky,figur yang sangat akrab dengan berbagai lapisan masyarakat pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun 2017 silam, lalu tak terpilih lagi menjadi anggota DPR untuk periode ketiga secara berturut-turut pada Pemilu Legislatif 2024 lalu.
Namun, bukan Salim Fakhry namanya jika harus putus asa dan menyerah begitu saja pada keadaan. Bahkan sebaliknya, kegagalan tersebut dijadikan sebagai cambuk dan tambahan spirit serta lompatan karir yang lebih besar dan lebih tinggi lagi.
Puncaknya, lewat Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara tahun 2024 lalu, Salim Fakhry bersama pasangannya Heri Al Hilal, putra Almarhum mantan Bupati dia periode, Hasanudin B (Sanu) , akhirnya memutar balikkan prediksi pengamat politik dan membuat publik tercengang.
Faktanya, pasangan Salim Fakhry- Heri Al Hilal yang sebelumnya diprediksi berbagai pihak sulit menang, malah berhasil meraup 70.834 suara ( 55 %) suara dari 128.563 suara sah pemilih, Dan jauh meninggalkan rivalnya, pasangan Raidin Pinim-Syahrizal Selian yang hanya mampu meraup 54.699 suara (43,13%) suara.
Tak berhenti sampai di jabatan Wakil Ketua, Ketua DPRK Agara, anggota DPR RI dua periode dan mengemban amanah sebagai Bupati Aceh Tenggara saja. Berkat kepiawaian, kegigihan prestasi dan pengalaman selama 30 tahun lebih di Parpol Golkar. Sosok Bupati yang akrab disapa Wok Niken itu, secara mengejutkan dan kembali mengundang decak kagum karena secara aklamasi, akhirnya terpilih dan dipercayakan menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Aceh.
Membawa Tuah Ruh Golkar
Sabtu 11 Juli 2026, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, merupakan tonggak sejarah dan titik awal serta langkah besar HM Salim Fakhry dalam menakhodai partai Golkar Aceh usai dilantik dan diberi amanah oleh Ketua DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Aceh untuk membesarkan partai Beringin Rindang di bumi Serambi Mekah.
Pekerjaan berat, tugas dan tanggung jawab yang berat tentunya, karena harus merebut simpati dan hati konstituen yang selama ini telah terpatri dan sangat dominan memilih Partai Aceh.
Kendati sulit dan nyaris tak mungkin menjadi partai terbanyak mendudukan wakilnya lembaga di DPRA. Namun, menjadi partai nomor 2 paling banyak mendudukkan wakilnya di DPRA sangat realistis dan sangat berpeluang, meski saat ini dukungan dan perolehan suara partai Golkar di pesisir Utara Aceh dan di Pidie terbilang masih minim.
Namun, dengan kepiawaian Salim Fakhry, ditambah pengalaman yang telah kenyang dengan asam garam politik selama duduk di kepengurusan Partai Golkar dan jabatan strategis di lembaga Legislatif, merupakan nilai plus yang tak ternilai harganya untuk menakhodai Partai Golkar di Aceh. Ditambah lagi pengalaman meneruskan dominasi Golkar di bumi Sepakat Segenep yang menjadi pemenang pada setiap pemilu.
Lantas, apa kiat putra sulung Alm. H. Ibnu Hasyim Selian, kelahiran Lawe Sagu Aceh Tenggara 58 tahun lalu itu membesarkan Partai Golkar di Aceh?
Beberapa saat usai dilantik oleh Ketua DPP Bahlil Lahadalia menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Salim Fakhry, sosok peramah dan berjiwa humoris tersebut, langsung menggelar pertemuan, silaturrahmi dan konsolidasi dengan pengurus partai Golkar dari DPD I dan DPD II serta dengan sesepuh partai Beringin Rindang Aceh.
Untuk memperkuat dan meluaskan pengaruh partai di berbagai tingkatan, partai Golkar Aceh sepakat membentuk 4 badan, yakni dewan penasehat, dewan kehormatan, dewan pakar dan dewan pertimbangan. "Di 4 Badan ini berkumpul sesepuh dan dedengkot Golkar Aceh yang telah berpengalaman,mulai dari Juriat Suaro, Sulaiman Anda, Said Fuad Zakaria, Armen Desky dan puluhan senior lainnya," ujar Salim Fakhry.
Dalam mencapai target menambahan jumlah perolehan suara dan kursi di berbagai tingkatan mulai dari Kabupaten dan Kota dan Provinsi sampai Pusat, kepengurusan partai 70 persen di isi wajah baru tokoh muda yang energik berwawasan luas serta komitmen membesarkan partai.
Agar partai Golkar meresap dan dicintai masyarakat sampai tingkat akar di 23 Kabupaten dan Kota, terang suami dari Hj Nur Janah ini, pelantikan pengurus DPD II juga nantinya akan dilakukan di setiap Kabupaten. Tujuannya agar penguris DPD I bisa turun langsung ke bawah, sembari bersilaturrahmi dan konsolidasi dengan pengurus partai sampai tingkat terendah serta mendengar langsung aspirasi masyarakat sebagai konstituen.
Berhasil mendapat 3 kursi di DPR RI, 9 Kursi di DPR Aceh dan 88 kursi DPRK di 23 Kabupaten, ditambah kemenangan berkesinambungan di Aceh Tenggara yang menjadi, "Ruh, " Partai Golkar di Aceh, merupakan modal penting dan sangat berharga bagi Salim Fakhry sebagai nahkoda menarik gerbong partai untuk membesarkan Golkar Aceh agar semakin sukses dan semakin membumi di seantero bumi Serambi Mekah.
Lalu apa tanggapan, Khalid, Ketua Harian DPD I Partai Golkar terhadap Salim Fakhry? "Saya sangat percaya dan optimis jika Pak Salim Fakhry, bisa membawa kemajuan pada Golkar Aceh dan membuat Golkar semakin eksis dan semakin sukses ke depannya, baik dari jumlah suara maupun jumlah kursi di legislatif. Beliau sangat terbuka, demokratis dan selalu melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan," kata Khalid.
Mampukah Salim Fakhry membesarkan Partai Golkar lebih sukses dari pemilu sebelunnya, atau setidaknya mempertahankan prestasi selama ini, tampaknya menjadi tantangan bagi Salim Fakhry dan seluruh pengurus partai Golkar dI DPD I Dan di 23 DPD II Kabupaten dan Kota.
Pengalaman yang matang dalam berpolitik, kegigihan, keuletan, kerjasama dan kekompakan seluruh pengurus partai dan mesin partai di berbagai tingkatan, ditambah kepiawaian Salim Fakhry dalam meracik strategi dan kebijakan partai, diyakini akan membuat Partai Golkar di Aceh semakin sukses, srmakin jaya dan semakin dicintai konstituen. Semoga begitulah hendaknya. (id80-id79)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda