Breaking News
Memuat breaking news...

Saluran Irigasi Aek Roburan di PSM Rusak, 500 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Redaksi
Redaksi
Minggu, 9 Agustus 2026 - 6.55 AM WIB
Saluran Irigasi Aek Roburan di PSM Rusak, 500 Hektare Sawah Terancam Kekeringan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

HUTA LOMBANG (Waspada.id): Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, pada Senin (3/8) menyebabkan saluran irigasi Aek Roburan di Desa Huta Lombang sepanjang 15–20 meter rusak dan amblas.

Kerusakan ini mengancam pasokan air bagi sekitar 500 hektare lahan sawah dan tambak di empat desa, yaitu Huta Lombang, Maga Dolok, Maga Lombang, hingga Pasar Maga.

Tokoh Pemuda Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Herman Nasution, menyampaikan hal tersebut kepada Waspada.id, Sabtu malam (8/8). Ia menjelaskan, ini adalah kali keempat saluran irigasi tersebut mengalami kerusakan serupa.

"Kali pertama kami hubungi Dinas Pengairan Sumut, dijanjikan dikerjakan dan dialokasikan anggaran, hingga sekarang tidak jelas. Kerusakan kedua, Pemkab Madina dilaporkan, dan Kepala Desa Huta Lombang sempat menginisiasi perbaikan gotong royong, namun tidak lama amblas lagi. Kali ketiga sempat mendapat perhatian dari manajemen PT SMGP dan bertahan beberapa waktu, kini kembali rusak," paparnya.

Herman juga menyayangkan tanggapan yang disampaikan kepada salah satu Anggota DPRD Sumut Dapil 7, yang menurutnya hanya berupa janji tanpa realisasi. Ia memohon kepada Bupati beserta jajaran, Camat Puncak Sorik Marapi, Plt. Kadis PUPR, dan Kadis Pertanian untuk segera meninjau dan menindaklanjuti perbaikan secara permanen agar lahan pertanian warga tidak terlantar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi.(id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement