Breaking News
Memuat breaking news...

Sampah Plastik Disulap Jadi Kursi Ecobrick, Warga Desa Kuta Bangun Diajak Kelola Limbah Bernilai Ekonomis

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 9.35 AM WIB
Sampah Plastik Disulap Jadi Kursi Ecobrick, Warga Desa Kuta Bangun Diajak Kelola Limbah Bernilai Ekonomis
Masyarakat Desa Kuta Bangun mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan kursi dari ecobrick.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KARO (Waspada.id): Tumpukan sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan kini disulap menjadi kursi yang bermanfaat melalui inovasi ecobrick di Desa Kuta Bangun, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Medan yang diketuai oleh Nelson Tanjung, SKM., M.Kes, dengan anggota Th. Teddy Bambang, SKM., M.Kes dan Restu Auliani, ST., M.Si, melalui Program Pengembangan Desa Mitra bertema "Pengembangan Model Pengolahan Sampah Plastik melalui Penerapan Ecobrick untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan".

Kegiatan ini melibatkan masyarakat, terutama kaum ibu, sebagai motor penggerak pengelolaan sampah plastik sejak dari rumah tangga. Program dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan hingga evaluasi guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah plastik menjadi produk yang bermanfaat.

Nelson Tanjung, SKM., M.Kes menyebutkan, program tersebut berangkat dari masih banyaknya kebiasaan membuang, mencampur, hingga membakar sampah plastik di lingkungan permukiman. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara serta berdampak pada kesehatan masyarakat.

"Sebagai solusi, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), pentingnya memilah sampah dari rumah, serta bahaya pembakaran sampah plastik. Materi disampaikan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, pembagian leaflet, hingga pemutaran video agar lebih mudah dipahami peserta," ungkapnya.

Tidak hanya mendapatkan teori, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan ecobrick. Sampah plastik rumah tangga dipilah, dibersihkan, dikeringkan, dipotong kecil-kecil, kemudian dimasukkan ke dalam botol bekas dan dipadatkan hingga menghasilkan ecobrick yang kuat dan kokoh.

Hasil ecobrick tersebut kemudian dirangkai menjadi kursi yang dapat digunakan sehari-hari. Peserta didampingi mulai dari menyusun desain, membuat rangka, memasang ecobrick, memperkuat struktur hingga proses finishing dan uji kekuatan produk.

Keberhasilan menghasilkan kursi ecobrick menjadi bukti bahwa sampah plastik yang sebelumnya tidak bernilai dapat diubah menjadi produk fungsional. Selain membantu mengurangi volume sampah plastik, inovasi ini juga membuka peluang pembuatan berbagai produk lain seperti meja, pot tanaman, hingga perlengkapan lingkungan desa.

Berdasarkan hasil evaluasi, program ini mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik. Peningkatan paling signifikan terlihat pada kemampuan peserta membuat ecobrick dan merangkainya menjadi kursi yang memiliki nilai guna.

"Tim berharap keterampilan yang telah diperoleh masyarakat dapat terus dikembangkan sehingga pengelolaan sampah plastik berbasis ecobrick menjadi budaya baru yang mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement