Breaking News
Memuat breaking news...

Satgas PRR Percepat Pemulihan Lahan Sawah Pascabencana di Bireuen

Redaksi
Redaksi
Minggu, 25 Oktober 2026 - 4.42 PM WIB
Satgas PRR Percepat Pemulihan Lahan Sawah Pascabencana di Bireuen
Ketua Tim Satgas PRR Wilayah Aceh, Imran, dengan jajaran Kementerian Pertanian dan penyuluh meninjau lahan persawahan kembali ditanami padi setelah terdampak banjir di Kecamatan Samalanga, Bireuen, Kamis (22/10). Waspada.id/Fauzan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BIREUEN (Waspada.id): Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Kementerian Pertanian terus mempercepat proses pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat bencana banjir.

Dari total sekitar 57.000 hektare lahan pertanian yang terdampak, sebanyak 54.000 hektare telah berhasil ditangani, sementara sekitar 3.000 hektare lainnya masih mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Ketua Tim Satgas PRR Wilayah Aceh, Imran, mengapresiasi kerja keras para petani, penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah yang telah bahu membahu memulihkan kondisi lahan pertanian. Dalam pertemuannya dengan Wakil Bupati Bireuen, Razuardi, di Kantor Bupati Bireuen, Kamis (22/10/2026), Imran mendorong percepatan perbaikan agar petani dapat kembali menanam sesuai jadwal musim tanam dan produktivitas lahan dapat segera pulih.

“Kami sangat mengapresiasi upaya keras yang telah dilakukan para petani bersama penyuluh untuk memulihkan kondisi sawah di sini. Perbaikan harus dipercepat agar masa tanam tidak terlewati,” ujar Imran.

Selain membahas pemulihan lahan pertanian, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara menyeluruh, termasuk percepatan realisasi anggaran serta pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bireuen.

Sebagian Besar Lahan Sudah Bisa Ditanami

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Agus Susanto, menjelaskan bahwa sebagian besar lahan pertanian terdampak telah ditangani melalui program optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah. Di sejumlah lokasi, lahan yang sebelumnya tertimbun lumpur kini sudah mulai ditanami kembali, bahkan sebagian petani telah memasuki masa panen.

“Secara umum dari 57.000 hektare yang terdampak, sebagian besar sudah kami kerjakan melalui kegiatan pembersihan dan rehabilitasi. Tinggal sekitar 3.000 hektare yang mengalami kerusakan berat dan masih dalam proses penanganan,” jelas Agus Susanto saat meninjau langsung lokasi di Kecamatan Samalanga, Bireuen.

Pada titik kerusakan terberat, endapan lumpur mencapai kedalaman dua meter sehingga memerlukan bantuan alat berat, anggaran yang cukup besar, serta waktu pengerjaan yang lebih lama. Khusus di Kecamatan Samalanga sendiri, terdapat sekitar 250 hektare sawah yang masih mengalami kerusakan berat.

Bantuan Benih Jagung Sambil Menunggu Lahan Siap

Pemerintah telah menyiapkan langkah strategis agar petani tetap memiliki penghasilan selama menunggu lahan mereka pulih sepenuhnya. Bantuan benih jagung akan disalurkan mulai akhir Oktober 2026 bagi petani yang lahannya belum siap ditanami padi.

Agus Susanto menegaskan bahwa penanaman jagung ini merupakan solusi sementara dan tidak mengubah fungsi lahan sawah. “Penanaman jagung sifatnya jangka pendek. Fungsi sawah harus tetap dipertahankan sebagai lahan pangan utama kita,” tegasnya.

Diharapkan, setelah lahan pulih sepenuhnya, produktivitas padi dapat mencapai 6–7 ton per hektar. Peningkatan indeks pertanaman juga diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Bireuen maupun Provinsi Aceh secara keseluruhan.

Petani Mulai Bersenandung Syukur

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Samalanga, Ruhaida, menyampaikan bahwa para penyuluh terus mendampingi petani mulai dari pendataan hingga proses pemulihan lahan. Hasilnya sudah mulai terlihat sawah yang dulunya tertutup lumpur kini kembali bisa digarap lagi untuk ditanam padi.

“Masyarakat sangat bersyukur dan berterima kasih. Lahan mereka yang sempat putus asa kini sudah bisa digarap dan ditanami kembali. Semoga ke depannya panen petani kita semakin baik,” ujar Ruhaida. (Id73)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement