Satlantas Polres Aceh Tamiang Pilih Edukasi Kesadaran Pengendara Ketimbang PenindakanSatlantas Polres Aceh Tamiang Pilih Edukasi Kesadaran Pengendara Ketimbang Penindakan

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Di tengah padatnya lalu lintas dan tingginya mobilitas angkutan barang maupun penumpang, keselamatan di jalan raya sejatinya tidak hanya ditentukan oleh rambu-rambu atau ancaman sanksi.
Lebih dari itu, budaya tertib berlalu lintas lahir dari kesadaran setiap pengemudi yang memahami bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Kesadaran itulah yang terus dibangun oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Tamiang melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel).
Dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif, para personel turun langsung menyapa para pengemudi angkutan barang maupun angkutan penumpang.
Pada Rabu (5/8/2026), kegiatan sosialisasi digelar di Terminal Bus Kuala Simpang serta sejumlah gudang bongkar muat di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bukan sekadar menyampaikan aturan, petugas berdialog langsung dengan para sopir mengenai pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.
Kasat Lantas Polres Aceh Tamiang, AKP. Hendra Sukmana, SH, mengatakan pengemudi angkutan barang diingatkan agar tidak membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan.
Menurutnya, kendaraan yang kelebihan muatan berisiko kehilangan keseimbangan sehingga berpotensi memicu kecelakaan yang membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
"Pengemudi angkutan barang diingatkan agar tidak membawa muatan melebihi tonase kendaraan karena dapat mengurangi kestabilan kendaraan dan meningkatkan potensi kecelakaan," ujar AKP. Hendra Sukmana.
Sementara itu, kepada pengemudi angkutan penumpang, petugas mengingatkan pentingnya mengendalikan kecepatan, menghindari perilaku berkendara yang ugal-ugalan, serta selalu mengutamakan keselamatan seluruh penumpang.
Tak hanya itu, para pengemudi juga diajak untuk meningkatkan kewaspadaan selama berada di jalan.
Sikap disiplin dan penuh kehati-hatian dinilai menjadi bagian penting dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
"Para pengemudi juga kami imbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan selama berkendara sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di jalan raya," katanya.
Bagi Satlantas Polres Aceh Tamiang, keselamatan berlalu lintas bukan semata urusan aparat penegak hukum.
Setiap pengguna jalan memiliki peran yang sama dalam menekan angka kecelakaan melalui kepatuhan terhadap aturan, disiplin berkendara, dan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, pendekatan edukatif dipilih sebagai strategi jangka panjang.
Kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga berupaya membentuk pola pikir masyarakat agar keselamatan menjadi kebutuhan yang tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar karena takut dikenai sanksi.
"Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mengubah pola pikir para pengemudi sehingga keselamatan menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban saat ada pengawasan," jelas AKP. Hendra Sukmana.
Melalui langkah preventif tersebut, Satlantas Polres Aceh Tamiang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Harapannya, sinergi antara kepolisian, pelaku transportasi, dan masyarakat mampu melahirkan budaya berlalu lintas yang semakin baik, sehingga setiap perjalanan tidak hanya sampai di tujuan, tetapi juga berlangsung dengan aman dan selamat.
"Sinergi antara aparat kepolisian, pelaku transportasi, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman, nyaman, dan berbudaya demi menekan angka kecelakaan di Kabupaten Aceh Tamiang," tutup AKP. Hendra Sukmana. (Tris)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda