Breaking News
Memuat breaking news...

Saudah, Penyintas Banjir yang Kini Berjuang Hidupi Keluarga dengan Menganyam Kawat

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 7.23 PM WIB
Saudah, Penyintas Banjir yang Kini Berjuang Hidupi Keluarga dengan Menganyam Kawat
Saudah, 53, penyintas banjir warga Dusun Meunasah Pante, Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, menganyam kawat pagar di rumahnya.Waspada.id/Nasruddin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEUREUDU (Waspada.id): Sembilan bulan pascamusibah banjir, kehidupan penyintas di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, masih jauh dari kata normal.

Salah satunya Saudah, 53, warga Dusun Meunasah Pante. Setelah sebelumnya tinggal di hunian sementara (huntara), kini ia dan keluarganya harus menjalani kehidupan dengan berpindah antara huntara dan rumah.

“Di huntara kadang kami tidur malam, kadang di rumah. Karena kalau fokus di huntara, kami harus mikirkan bayar listrik juga,” ujar Saudah kepada Waspada.id, Sabtu (29/8).

Di tengah kondisi tersebut, Saudah tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia mengisi waktu dengan menganyam kawat pagar sebagai sumber penghasilan. Di rumah, ia juga menanam terong untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ini saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak. Sambil di rumah saya juga menanam terong,” katanya.

Hampir satu tahun setelah banjir menerjang, Saudah berharap kehidupan keluarganya dan para penyintas lainnya dapat segera kembali normal. Ia ingin memiliki tempat tinggal yang layak dan tidak lagi harus memikirkan berbagai keterbatasan yang muncul setelah bencana.

Sembilan bulan berlalu, namun perjuangan para penyintas belum selesai. Bagi Saudah, bertahan hidup berarti terus bekerja, meski keadaan belum sepenuhnya pulih.(Nas)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement