“Saya Akan Lawan", Bara MJ Menuju Musda Golkar Pidie“Saya Akan Lawan", Bara MJ Menuju Musda Golkar Pidie

SIGLI (Waspada.id): Musda belum dimulai, aroma pertarungan sudah terasa. Junaidi datang membawa tantangan, T Saifullah TS,SE, berdiri dengan dukungan yang telah tercatat.
Muhamad Junaidi, S.P. alias MJ, dalam bincang bincang dengan Waspada.id, Rabu (26/8), menyatakan siap maju menantang T. Saifullah TS, SE dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Pidie, 29 Agustus 2026.
Saifullah tercatat sebagai satu-satunya bakal calon yang menyerahkan berkas pada masa pendaftaran penjaringan, Senin (24/8), pukul 15.15 WIB. Setelah diverifikasi, berkasnya dinyatakan memenuhi syarat. Penjaringan ditutup pukul 17.05 WIB.
MJ mengaku datang membawa berkas sekitar lima menit setelah batas waktu. Ia mempersoalkan penolakan panitia dan menilai proses pencalonan Ketua tetap harus dibuka dalam persidangan Musda.
“Musda 29 Agustus. Setelah pembukaan, persidangan dan laporan pertanggungjawaban, masuk sesi pencalonan Ketua. Siapa yang mau mencalonkan diri dilakukan verifikasi, termasuk dukungan PK,” kata MJ.
“Saya akan lawan. Saya punya hak untuk dipilih dan memilih. Kalau mekanismenya memberikan ruang, saya siap maju dan bertarung secara terbuka,” tegasnya.
MJ juga menyindir polemik tersebut. “Organisasi ibarat pohon. Kalau akarnya kuat, tidak perlu takut pada angin. Kalau memang dukungan sudah kokoh, mengapa harus memangkas dahan sebelum buahnya tumbuh? Berikan ruang kepada semua kader untuk bertanding secara fair,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar Pidie, Drs. Sayuti Muchtar, MM, dalam konfrensi Pers beberapa waktu lalu, menegaskan penolakan berkas Muhammad Junaidi (MJ) semata-mata karena batas waktu telah berakhir.
Dalam konferensi pers, Selasa (25/8), Sayuti mengatakan panitia telah membuka penjaringan sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Setelah pukul 17.00 WIB, kewenangan panitia berakhir dan berita acara penutupan dibuat pukul 17.05 WIB.
Menurut Sayuti, bahan pendaftaran atas nama MJ baru tiba sekitar pukul 17.17 WIB sehingga tidak dapat diterima. Panitia, katanya, harus memperlakukan seluruh bakal calon berdasarkan jadwal yang sama.
“Panitia tidak sedang memilih siapa yang menjadi ketua. Panitia sedang menjalankan tahapan,” kata Sayuti.
Dengan dua pandangan tersebut, polemik lima menit kini menjadi bagian dari dinamika Musda Golkar Pidie. MJ meminta ruang pencalonan dibuka dalam forum Musda, sementara panitia berpegang pada batas waktu penjaringan.
Kini, 29 Agustus menjadi panggung penentu, apakah pertarungan dua nama benar-benar terbuka, atau T Saifullah melaju tanpa lawan. (id69)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda