Breaking News
Memuat breaking news...

Sebentar Diguyur Hujan, Kota Kualasimpang "Kupak-Kapik", Warga Menanti Keseriusan Penanganan Drainase

Redaksi
Redaksi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 8.59 PM WIB
Sebentar Diguyur Hujan, Kota Kualasimpang "Kupak-Kapik", Warga Menanti Keseriusan Penanganan Drainase
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TAMIANG (Waspada.id) : Hujan yang turun hanya dalam waktu singkat ternyata masih menjadi momok bagi warga Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Air kembali menggenangi sejumlah ruas jalan dan kawasan pertokoan.

Pemandangan yang seharusnya menjadi pengecualian, justru kembali menjadi rutinitas yang mengusik aktivitas masyarakat.

Belum lama pasca banjir yang melanda wilayah tersebut, pusat ibu kota kabupaten yang dikenal dengan julukan Bumi Muda Sedia itu masih menyimpan persoalan lama.

Drainase yang tidak mampu mengalirkan debit air hujan membuat genangan kembali muncul di berbagai titik, memperlihatkan bahwa pemulihan belum benar-benar tuntas.

Video yang diunggah akun Facebook Agam pada Selasa (4/8/2026) memperlihatkan potret yang memantik keprihatinan.

Sejumlah pemilik toko terlihat berjibaku membuka penutup saluran drainase dan mendorong sampah yang menyumbat aliran air.

Mereka berusaha menyelamatkan tempat usahanya dari genangan air, sementara kendaraan yang melintas harus memperlambat laju akibat badan jalan dipenuhi air.

Pemandangan tersebut bukan sekadar persoalan genangan sesaat. Di balik air yang mengalir pelan, tersimpan keresahan para pelaku usaha yang setiap kali hujan turun dihantui kerugian.

Barang dagangan terancam tidak laku, karena pembeli enggan datang, dan roda perekonomian kecil bisa kembali terganggu.

Ironisnya, kondisi ini terjadi di jantung pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang.

Madan, 35, salah seorang warga Kualasimpang, dimintai tanggapannya terkait masih "kupak kapik" nya Kota Kualasimpang tersebut kepada Waspada.id, Selasa (4/8/2026), mengatakan sebagai wajah daerah, Kota Kualasimpang semestinya mencerminkan tata kelola perkotaan yang baik, termasuk sistem drainase yang mampu mengantisipasi curah hujan.

Namun, tambah Madan, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak saluran yang dipenuhi endapan lumpur, sampah, serta diduga mengalami penyempitan sehingga tidak lagi berfungsi optimal.

"Persoalan drainase bukan hanya menyangkut estetika kota, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat," kata Madan.

Menurutnya, genangan yang dibiarkan berulang saat terjadainya turun hujan, berpotensi merusak infrastruktur jalan, menjadi sarang penyakit, hingga menurunkan kenyamanan warga maupun para pengunjung yang datang ke pusat perdagangan.

"Sudah saatnya persoalan ini menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang," ucapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Madan, penanganan drainase tidak cukup hanya dengan membersihkan saluran ketika banjir datang, melainkan diperlukan langkah yang lebih menyeluruh, mulai dari normalisasi drainase, evaluasi jaringan saluran air, pengangkatan sedimentasi, hingga penataan kawasan yang selama ini menjadi titik rawan genangan.

Di sisi lain, sambungnya, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi bagian penting dari solusi.

"Drainase yang baik akan sulit berfungsi maksimal apabila masih dipenuhi sampah rumah tangga dan limbah yang menghambat aliran air," paparnya.

Dengan adanya hal itu, ia mewakili masyarakat, berharap pemerintah hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar respons sesaat setelah banjir terjadi.

"Kota yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, dan pelayanan publik sudah selayaknya memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap warganya," ujarnya.

Yang jelas, dari persoalan itu, warga Kota Kualasimpang tentu hanya ingin satu hal yang sederhana, ketika hujan turun, mereka tidak ingin dihantui kekhawatiran, bahwa kota tempat mereka mencari nafkah jangan lagi "kupak-kapik". (Tris)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement