Breaking News
Memuat breaking news...

Sejumlah Ompreng MBG di Bulukumba dari SPPG Taccorong Disebut Tanpa Ayam, Distribusi Telat 4 Hari Dikeluhkan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 20 Oktober 2026 - 6.43 PM WIB
Sejumlah Ompreng MBG di Bulukumba dari SPPG Taccorong Disebut Tanpa Ayam, Distribusi Telat 4 Hari Dikeluhkan
Kondisi sejumlah ompreng/kotak makanan MBG di SDN 39 Bontonyeleng yang tidak berisi ayam, pada Selasa (20/10). (Dok. Arie)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BULUKUMBA (Waspada.id): Sejumlah ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 39 Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, disebut tidak dilengkapi menu ayam.

Tak hanya itu, distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taccorong juga dikeluhkan terlambat selama empat hari terakhir.

Persoalan tersebut mencuat pada Selasa (20/10/2026). Pihak guru sekolah menyebut sejumlah kotak makanan yang diterima siswa tidak berisi ayam, meski menu tersebut seharusnya tersedia.

Seorang guru SDN 39 Bontonyeleng membenarkan temuan itu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa (20/10).

"Benar, Pak, ada beberapa ompreng atau kotak MBG yang tidak ada ayamnya," ujar guru tersebut yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Menurut dia, kejadian ompreng tanpa menu ayam bukan kali pertama ditemukan. Sebelumnya, pihak sekolah juga pernah mendapati satu ompreng MBG yang tidak dilengkapi menu serupa.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian menu yang didistribusikan kepada siswa dengan makanan yang telah direncanakan dalam program MBG.

Korwil BGN Bulukumba Sebut 4 Ompreng Sudah Diganti

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bulukumba, Wahyu Saputra, mengaku telah menerima laporan mengenai ompreng MBG yang disebut tidak dilengkapi menu ayam.

Berdasarkan penjelasan yang diterima dari pihak SPPG, empat ompreng yang dipersoalkan telah diganti.

"Kami telah mendapat laporan terkait hal tersebut dan mendapatkan penjelasan dari SPPG bahwa empat ompreng tersebut telah dilakukan penyelesaian masalah atau penggantian sehingga hal tersebut selesai," tulis Wahyu melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/10/2026).

Meski penggantian disebut telah dilakukan, Wahyu menegaskan penyebab kejadian tersebut tetap perlu ditelusuri. Menurut dia, pemeriksaan harus mencakup seluruh tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari awal hingga akhir.

"Lanjut dari itu harus terlebih dahulu dilakukan pendalaman proses mulai awal hingga akhir sehingga baru bisa kita ketahui letak sehingga terjadi hal tersebut di mana," ujarnya.

.

Distribusi MBG Dikeluhkan Telat 4 Hari

Selain menu yang disebut tidak lengkap, pihak sekolah mengeluhkan waktu kedatangan makanan MBG yang dinilai terlambat.

Guru SDN 39 Bontonyeleng mengatakan makanan dari SPPG Taccorong baru tiba sekitar pukul 11.30 WITA selama empat hari terakhir.

Kedatangan makanan pada waktu tersebut bertepatan dengan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah menilai waktu distribusi perlu diperhatikan agar pembagian makanan dapat disesuaikan dengan jadwal istirahat siswa dan tidak mengganggu pembelajaran.

Menanggapi keluhan itu, Wahyu mengatakan penilaian mengenai keterlambatan konsumsi perlu mengacu pada batas waktu yang tercantum pada label makanan.

"Untuk keterlambatan yang dimaksud, yang harus kita ketahui adalah batas makan yang sudah ada pada label. Sehingga kalau belum melewati batas konsumsi, berarti belum masuk dalam kategori itu," jelasnya.

Wahyu menambahkan, persoalan waktu pengantaran perlu dikomunikasikan secara teknis antara pihak SPPG dan penerima manfaat.

Namun, keluhan mengenai makanan yang tiba sekitar pukul 11.30 WITA selama empat hari berturut-turut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai jadwal distribusi yang berlaku dan penyebab keterlambatan tersebut.

Kepala SPPG Taccorong Belum Merespons

Hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Taccorong belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp pada Selasa (20/10/2026).

Belum ada keterangan langsung dari pihak SPPG mengenai penyebab sejumlah ompreng disebut tidak berisi ayam maupun alasan distribusi makanan dikeluhkan terlambat selama empat hari terakhir.(amd)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement