Breaking News
Memuat breaking news...

Sekda Amril Sambut Pembentukan Kampung Rescue di Desa Sekoci

Redaksi
Redaksi
Senin, 31 Agustus 2026 - 10.49 PM WIB
Sekda Amril Sambut Pembentukan Kampung Rescue di Desa Sekoci
Sekdakab Langkat, H. Amril, S.Sos., M.AP., menerima audiensi Basarnas Kelas A Medan di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Langkat, Senin (31/8/2026).Waspada.id/ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

LANGKAT (Waspada.id): Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, H. Amril, S.Sos., M.AP., menerima audiensi Basarnas Kelas A Medan dalam rangka membahas pelaksanaan Program Kampung Rescue di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Langkat, Senin (31/8/2026).

Mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, SH, Sekda Amril menerima rombongan yang dipimpin Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika. Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan program sekaligus memperkuat sinergi antara Basarnas dan Pemerintah Kabupaten Langkat dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Dalam pertemuan itu, Basarnas menyampaikan rencana Pembentukan Kampung Rescue yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, di Desa Sekoci. Basarnas juga mengundang Plt Bupati Langkat untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Program Kampung Rescue merupakan upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat dan bencana, khususnya banjir yang kerap terjadi di wilayah Desa Sekoci. Melalui program ini, masyarakat akan diberikan pembekalan mengenai manajemen SAR, teknik pencarian dan pertolongan, serta tata kelola penanganan keadaan darurat berbasis masyarakat.

Sekda Langkat Amril menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Basarnas yang menjadikan Desa Sekoci sebagai pilot project Kampung Rescue di Kabupaten Langkat. Ia berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal yang nantinya diterapkan di desa-desa lain yang memiliki potensi risiko bencana serupa.

“Pemerintah Kabupaten Langkat menyambut baik program ini karena sejalan dengan upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Sinergi antara pemerintah daerah, Basarnas, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan sistem penanggulangan darurat yang cepat dan efektif,” ujar Amril.

Sementara itu, Hery Marantika menjelaskan bahwa konsep Kampung Rescue akan disinergikan dengan program Desa Siaga Bencana yang telah lebih dahulu berjalan di Kabupaten Langkat. Dengan demikian, keberadaan Kampung Rescue diharapkan semakin memperkuat kapasitas masyarakat yang telah terbentuk dalam menghadapi situasi darurat dan kebencanaan.

Program ini mengusung semangat “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”, sehingga masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan awal saat terjadi keadaan darurat sebelum bantuan lanjutan tiba di lokasi kejadian.

Sebagai bagian dari penguatan sistem kesiapsiagaan, nantinya akan dibangun 13 titik jalur evakuasi, tiga titik assembly point atau titik kumpul, serta satu posko utama di Desa Sekoci. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses evakuasi dan koordinasi penanganan bencana secara lebih cepat dan efektif.

Camat Besitang, Restra Yudha, menyampaikan bahwa masyarakat Desa Sekoci menyambut program tersebut dengan antusias. Tercatat sekitar 100 warga siap mengikuti kegiatan pembentukan Kampung Rescue sebagai bentuk partisipasi aktif dalam meningkatkan kapasitas dan keselamatan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Langkat dan Basarnas Kelas A Medan, Desa Sekoci diharapkan dapat menjadi model pengembangan Kampung Rescue yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Langkat. Sinergi ini sekaligus menjadi komitmen bersama dalam memperkuat ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.(id27)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement