Breaking News
Memuat breaking news...

Sekolah Diterjang Banjir, Harapan Baru SD Negeri Pandan Sari Berkat Bantuan Revitalisasi

Redaksi
Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 - 3.10 PM WIB
Sekolah Diterjang Banjir, Harapan Baru SD Negeri Pandan Sari Berkat Bantuan Revitalisasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MANYAK PAYET (Waspada.id) : Denting palu dan suara gergaji pemotong kayu kini menggantikan kesunyian yang sempat menyelimuti SD Negeri Pandan Sari, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.

Bangunan sekolah yang beberapa bulan lalu menyisakan luka akibat banjir bandang, perlahan fisiknya kembali dibenahi.

Di setiap sudut sekolah tampak para pekerja berjibaku menyelesaikan proses revitalisasi. Ruang kelas, perpustakaan, rumah dinas guru, fasilitas MCK hingga pagar sekolah kini dibenahi agar kembali layak digunakan.

Pemandangan itu menjadi secercah harapan bagi guru dan ratusan siswa yang selama ini harus menjalani proses belajar dalam keterbatasan.

Bantuan revitalisasi tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendasmen RI) melalui program rehabilitasi pascabencana yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.

Kepala SD Negeri Pandan Sari, Tarmizi, mengaku bersyukur sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu penerima bantuan tersebut. Menurutnya, banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 meninggalkan sejumlah kerusakan fasilitas sekolah.

"Alhamdulillah, sekolah kami mendapat bantuan revitalisasi dari Kemendasmen. Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini sangat berarti bagi sekolah dan anak-anak didik kami," ujar Tarmizi kepada Waspada.id, di Manyak Payed. Kamis, (30/7/2026).

Ia menjelaskan, nilai bantuan revitalisasi mencapai lebih dari Rp900 juta yang dialokasikan untuk memperbaiki seluruh ruang belajar, rumah dinas guru, ruang perpustakaan, fasilitas MCK, hingga pagar sekolah. Menurut Tarmizi, proses pembangunan telah berlangsung sekitar 33 hari dan hingga kini terus dikebut agar dapat segera rampung.

Selama pekerjaan berlangsung, aktivitas belajar mengajar harus disesuaikan. Sebagian siswa terpaksa belajar dalam satu ruangan bersama kelas lain karena beberapa ruang masih dalam tahap renovasi, sementara sebagian lainnya tetap menggunakan ruang kelas yang masih memungkinkan dipakai.

Meski kondisi tersebut menuntut penyesuaian dari guru maupun siswa, semangat belajar tidak surut. Para pendidik tetap berupaya menjaga kenyamanan proses pembelajaran di tengah keterbatasan sarana.

Tarmizi berharap pengerjaan revitalisasi dapat selesai sesuai target sehingga seluruh siswa kembali menikmati suasana belajar yang nyaman dan aman. "Kami berharap para pekerja dapat menyelesaikan pembangunan secepatnya agar proses belajar mengajar kembali normal seperti sediakala," tutupnya.

Revitalisasi SD Negeri Pandan Sari bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi simbol bangkitnya dunia pendidikan di daerah yang pernah diterpa bencana.

Di balik dinding-dinding yang kembali dicat dan ruang kelas yang diperbaiki, tersimpan harapan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan tenang, mengejar cita-cita tanpa dibayangi jejak banjir yang pernah melumpuhkan sekolah itu. (Sutrisno).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement