Sektor TPT Tumbuh 6,63 Persen Triwulan II-2026Sektor TPT Tumbuh 6,63 Persen Triwulan II-2026

JAKARTA (Waspada.id): Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), Rizal Tanzil Rakhman, mengatakan, pada triwulan II-2026 sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) tumbuh 6,36 persen di semester II-2026 atau secara tahunan (year-on-year/yoy), dibandingkan pertumbuhan 4,86 persen pada triwulan I-2026.
Capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen maupun industri pengolahan nonmigas yang tumbuh 5,32 persen pada periode yang sama.
"Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa industri TPT kembali menunjukkan daya tahan dan prospek pertumbuhan yang semakin baik. Penguatan kinerja tersebut berjalan beriringan dengan masuknya investasi baru dan perluasan kapasitas produksi," katanya di Jakarta, Kamis (6/8/2028).
Berdasarkan proyek investasi yang telah diumumkan, sepanjang 2025 hingga Agustus 2026, terdapat enam perusahaan yang merealisasikan investasi pada empat proyek industri tekstil dan pakaian jadi di Jawa Tengah serta Jawa Barat.
Keenam perusahaan tersebut adalah PT Xinhai Knitting Indonesia, PT FHG Tekstil Indonesia, PT Citra Terus Makmur, PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia. Total nilai investasi yang diumumkan mencapai sekitar Rp2,7 triliun.
Menurut Rizal, peningkatan pertumbuhan industri yang disertai masuknya investasi menjadi indikator bahwa kepercayaan investor terhadap sektor TPT Indonesia tetap kuat.
Dua menjelaskan, industri yang masuk tidak hanya memperbesar kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri melalui pembangunan fasilitas manufaktur modern dan klaster industri yang lebih terintegrasi.
Di Jawa Tengah, kegiatan industri dilakukan oleh PT Xinhai Knitting Indonesia di Kabupaten Brebes, dengan nilai sekitar US$40 juta atau Rp649 – Rp675 miliar serta PT FHG Tekstil Indonesia di Kabupaten Demak dengan nilai investasi awal Rp569 miliar.
Sementara di Jawa Barat, PT Citra Terus Makmur memperluas fasilitas produksinya di Kabupaten Sumedang dengan investasi Rp500 miliar.
Selain itu, PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia membangun kawasan manufaktur tekstil terintegrasi di Subang Smartpolitan dengan investasi sekitar US$60 juta atau sekitar Rp1 triliun.
Rizal menambahkan, tren investasi tersebut menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu tujuan menarik bagi industri tekstil global, terutama didukung pasar domestik yang besar, basis tenaga kerja yang kompetitif, serta posisi strategis dalam rantai pasok regional. (Id88)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda