Breaking News
Memuat breaking news...

Selama Fase Armuzna, Kemenhaj Pastikan Jemaah Haji Dapat Jatah 15 Kali Makan

Redaksi
Redaksi
Senin, 18 Mei 2026 - 8.19 AM WIB
Selama Fase Armuzna, Kemenhaj Pastikan Jemaah Haji Dapat Jatah 15 Kali Makan
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Jaenal Effendi seusai rapat bersama para penyedia layanan konsumsi di Makkah, Jumat (15/5/2026) malam. Foto: MCH (tangkapan layar)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MAKKAH (Waspada.id): Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah haji telah tersedia. Selama fase Armuzna, jemaah akan menerima 15 porsi makanan bercita rasa nusantara.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Jaenal Effendi seusai rapat bersama para penyedia layanan konsumsi di Makkah, Jumat (15/5/2026) malam.

Rapat tersebut membahas kesiapan distribusi makanan ready to eat (RTE) bagi jemaah haji Indonesia selama puncak haji di Arab Saudi.

Jaenal menjelaskan, dapur-dapur penyedia konsumsi di Makkah akan memasok makanan pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Menurutnya, Kemenhaj terus melakukan pengecekan rutin untuk memastikan distribusi makanan siap santap berjalan lancar dan dapat dikirim ke seluruh hotel jamaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.

“Dari dapur, paket makanan siap santap akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jamaah kita bisa tenang dalam melakukan ibadah,” ujar Jaenal kepada Tim Media Center Haji di Makkah.

Rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan dimulai pada 8 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026, saat jamaah bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk menjalani wukuf.

Mulai 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi, konsumsi jamaah selama berada di Arafah hingga Mina akan disediakan oleh syarikah atau perusahaan layanan haji Arab Saudi, yakni Rakeen Mashariq dan Albait Guest.

Setelah jemaah kembali ke hotel di Makkah, layanan konsumsi kembali ditangani dapur-dapur penyedia makanan di Makkah.

“Ini sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan,” katanya.

Jaenal juga mengungkapkan sejumlah menu yang akan disajikan kepada jemaah. Menu makanan dipastikan bercita rasa khas Indonesia untuk mengobati kerinduan jemaah terhadap masakan Tanah Air selama menjalankan ibadah haji.

“Menunya tentu cita rasa Indonesia. Ada rendang, ada telur, dan macam-macam,” ujarnya.

Ia menambahkan, cita rasa nusantara menjadi salah satu perhatian utama Kemenhaj dalam penyediaan konsumsi jamaah haji sejak awal kedatangan di Arab Saudi.

Melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Kemenhaj juga melakukan pengawasan terhadap kualitas bahan baku serta melibatkan juru masak asal Indonesia di dapur-dapur penyedia konsumsi.

“Sampai hari ini, tiga poin utama sudah dipenuhi, yakni cita rasa Indonesia bagus, gramasi bagus, dan pengiriman tepat waktu ke hotel-hotel jemaah haji,” kata Jaenal.

Ia memastikan Kemenhaj akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan langsung ke dapur-dapur penyedia konsumsi sebagai bagian dari pengawasan layanan kepada jemaah.

“Karena ini tahun pertama penyelenggaraan ibadah haji oleh Kemenhaj, mohon agar solid,” ujarnya.

Sumber mui.or.id

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement