Breaking News
Memuat breaking news...

Sempit dan Rawan Kecelakaan, Jembatan di Lembah Sabil Abdya Mendesak Diperlebar

Redaksi
Redaksi
Jumat, 23 Oktober 2026 - 4.11 PM WIB
Sempit dan Rawan Kecelakaan, Jembatan di Lembah Sabil Abdya Mendesak Diperlebar
Jembatan sempit di depan SMPN 1 Lembah Sabil, Abdya, hanya cukup dilintasi satu kendaraan roda empat sehingga pengendara harus berhati-hati saat berpapasan, Jumat (23/10). Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BLANGPIDIE (Waspada.id): Jembatan sempit di depan SMP Negeri 1 Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya), mendesak diperlebar karena rawan kecelakaan. Lebarnya hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat, sehingga pengendara harus bergantian saat melintas.

Jembatan di jalan kabupaten tersebut diperkirakan dibangun sejak era 1980-an. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, kapasitas jembatan dinilai tidak lagi memadai, sementara jalur itu masih menjadi akses penting warga pesisir menuju pusat Kecamatan Lembah Sabil.

Saat mobil melintas, pengendara dari arah berlawanan terpaksa menunggu. Kondisi semakin berisiko ketika kendaraan roda empat berpapasan dengan sepeda motor. Sejumlah insiden senggolan disebut pernah terjadi, meski data kecelakaan masih perlu dikonfirmasi.

Sempit dan Rawan Kecelakaan, Jembatan di Lembah Sabil Abdya Mendesak Diperlebar

Tokoh masyarakat setempat, Lukman, berharap pemerintah segera mengevaluasi kondisi jembatan dan mengkaji kemungkinan pelebaran atau pembangunan jembatan baru.

"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pemerintah tidak seharusnya menunggu hingga terjadi kecelakaan yang lebih serius untuk mengambil tindakan," katanya.

Senada, tokoh pemuda Himizal meminta instansi teknis Pemkab Abdya turun langsung ke lapangan guna menilai kelayakan jembatan dan menentukan solusi yang tepat.

Sementara itu, Linawati, salah seorang warga yang rutin melintasi jembatan tersebut untuk mengantar dan menjemput anaknya bersekolah, mengaku khawatir ketika kendaraan berpapasan.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar jembatan tersebut lebih aman dilalui masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Abdya melalui instansi terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan teknis dan memasukkan penanganan jembatan tersebut dalam prioritas pembangunan sesuai dengan tingkat urgensinya.

Sambil menunggu penanganan permanen, pemasangan rambu peringatan dan pengaturan arus kendaraan perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Jembatan yang dibangun puluhan tahun lalu itu harus dievaluasi sesuai dengan kebutuhan masa kini. Jangan menunggu jatuh korban lebih banyak. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas, bukan sekadar pertimbangan setelah kecelakaan terjadi. (id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement