Serda Ismail: Melalui Ladang Amal Bantu Anak PiatuSerda Ismail: Melalui Ladang Amal Bantu Anak Piatu

ACEH TAMIANG (Waspada.id) : Serda Ismail, personel Koramil 02/Karang Baru jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang dikenal kalangan masyarakat dengan sosok yang peduli dengan anak yatim piatu, dan orang kurang mampu.
Bentuk kepedulian sosialnya itu telah berlangsung beberapa tahun lamanya, berawal dari pembuatan kamar mandi bagi warga yang kurang mampu dan belum memilikinya, kemudian pengrehaban rumah dan bantuan lainnya.
Tak ayal, dalam pembuatan kamar mandi dan pengrehaban rumah warga kurang mampu untuk tukang (pekerja) langsung dilakukan oleh Serda Ismail dan dibantu oleh beberapa warga. Dana untuk kegiatan tersebut merupakan sumbangan dari para donatur atau sering disebutnya sumbangan hamba Allah SWT.
Seperti diketahui, dalam kegatan sosial yang dilakukan Serda Ismail dikenal kalangan masyarakat Aceh Tamiang dengan "Ladang Amal". Penggalangan dana ini baru dilakukan Serda Ismail ketika menemukan kondisi anak yatim piatu atau warga kurang mampu yang sisi kehidupan mereka memang benar- benar membutuhkan uluran tangan dari para pihak yang memiliki kelebihan secara ekonomi (donatur).
Kali ini, Serda Ismail dari sumbangan para donatur yang digalangnya menyalurkan beberapa jenis barang untuk anak piatu bernama Naura Makaila, warga Dusun Metro Jaya, Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupate Aceh Tamiang.
Serda Ismail dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (2/8) mengemukakan, Alhamdulillah telah menyelesaikan target ladang amal untuk anak piatu Naura Makaila dengan menyalurkan sejumlah barang - barang untuk kebutuhan anak piatu tersebut.
Disebutkannya, bantuan yang disalurkan berupa dua buah kasur, dua buah bantal beserta sarungnya, lemari dua pintu, dan sepeda yang sangat didambakan oleh Naura serta menjadi alat transportasi untuk sekolah dan mengaji. "Kita berikan juga sumbangan uang tunai Rp250.000," ucap Serda Ismail.
Serda Ismail menceritakan, sebelumnya ia menerima informasi bahwa Naura Makaila anak piatu merasa sangat sedih karena ibunya telah meninggal dunia pascabencana banjir November 2025 lalu karena kecelakaan sepeda motor saat berangkat bekerja.
Naura sekarang tinggal bersama neneknya yang pendengarannya kurang baik dan sakit-sakitan. Sementara ayah kandungnya meninggalkan Naura dan ibunya saat Naura berumur 6 bulan (masih bayi).
"Alhamdulillah kini Naura sudah memiliki sepeda baru dan sejumlah barang lainnya telah kita salurkan, meski nilainya tidak seberapa, semoga memberikan manfaat bagi Naura," kata Serda Ismal, sembari mengucapkan, terimakasih kepada para donatur dan para pihak yang telah memberikan donasinya untuk memenuhi kebutuhan bagi anak piatu Naura Makaila. (Id76)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda