Breaking News
Memuat breaking news...

Sertijab Boleh Menyusul, Amanah Melayani Sudah Dimulai

Redaksi
Redaksi
Senin, 20 Juli 2026 - 3.53 PM WIB
Sertijab Boleh Menyusul, Amanah Melayani Sudah Dimulai
Camat Manyak Payed, Moammar Khadafi, S.STP., M.AP memberikan kata sambutan pada acara serah terima jabatan (sertijab) 14 Datok Penghulu, Manyak Payed, Aceh Tamiang, di Kantor Camat, setempat, Senin (20/7/2026).(Waspada.id/Sutrisno)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TAMIANG (Waspada.id) : Suasana Aula Kantor Camat Manyak Payed, Aceh Tamiang, Senin (20/07/2026), dipenuhi wajah-wajah baru yang kini memikul amanah memimpin kampung.

Satu per satu, 14 Datok Penghulu (sebutan kepala desa di Aceh Tamiang) mengikuti prosesi serah terima jabatan (sertijab), menandai babak baru kepemimpinan di Kecamatan Manyak Payed.

Namun, bagi Camat Manyak Payed, Moammar Khadafi, S.STP., M.AP., prosesi tersebut bukanlah titik awal seseorang menjalankan tugas sebagai datok penghulu.

Amanah itu, menurutnya, telah melekat sejak mereka resmi dilantik pada 7 Juli 2026 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang.

"Secara hukum mereka sudah sah menjalankan tugas sejak dilantik. Sertijab tetap penting, karena itu bagian dari etika pemerintahan," ujar Moammar.

Ia menjelaskan, pelaksanaan sertijab baru dapat digelar karena sebelumnya pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan yang baru belum dilantik.

Kini, setelah pelantikan pengurus PKK dilakukan, rangkaian administrasi pemerintahan di tingkat kecamatan pun dapat diselesaikan secara utuh.

Bagi Moammar, jabatan Datok Penghulu bukan sekadar simbol kepemimpinan. Di balik jabatan itu tersimpan tanggung jawab yang mengiringi kehidupan masyarakat sejak lahir hingga akhir hayat.

"Sejak masyarakat lahir hingga meninggal dunia, semuanya menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah. Datok di tingkat kampung, camat di tingkat kecamatan, bupati di tingkat kabupaten, hingga presiden di tingkat nasional memiliki peran masing-masing dalam melayani masyarakat," katanya.

Momentum sertijab itu juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang yang baru saja dilalui Kecamatan Manyak Payed.

Ingatan Moammar kembali pada banjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025, ketika para Penjabat (Pj) Datok Penghulu harus bekerja tanpa mengenal waktu.

Menurutnya, kecepatan para Pj Datok melakukan pendataan warga terdampak menjadi salah satu kunci keberhasilan sehingga Manyak Payed tercatat sebagai kecamatan pertama yang menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Pemerintah Pusat.

Bahkan, kata dia, Datok Matang Ara Jawa sempat menjadi perhatian hingga ke Jakarta karena proses pencairan bantuan yang dinilai cepat dan tepat sasaran.

Hasil kerja tersebut dirasakan langsung masyarakat. Sekitar 2.450 warga menerima bantuan Jadup tahap II, kemudian bertambah menjadi 5.873 penerima pada tahap III. Hingga kini, pencairan bantuan telah berlanjut sampai tahap IV.

"Alhamdulillah, bantuan Jadup untuk masyarakat Manyak Payed sudah cair hingga tahap IV," ungkapnya.

Di balik keberhasilan itu, Moammar juga mengenang sosok Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, yang dinilainya menunjukkan kepemimpinan nyata saat bencana melanda.

Menurutnya, bupati hampir tidak pernah berhenti bekerja demi memastikan masyarakat terdampak segera mendapat bantuan, meski di tengah derasnya kritik yang bermunculan di media sosial.

"Saya yang masih muda saja tidak sanggup mengikuti ritme kerja beliau. Di tengah berbagai kritik, beliau tetap fokus membantu masyarakat," katanya.

Moammar mengaku menyaksikan sendiri bagaimana sang bupati mengambil keputusan penting di tengah situasi darurat. Dengan menggunakan rubber boat yang baling-balingnya mengalami kerusakan, Armia Fahmi berupaya mencari titik yang memiliki sinyal komunikasi agar kondisi banjir dapat segera dilaporkan kepada Pemerintah Pusat.

Setelah komunikasi berhasil dilakukan melalui radio Handy Talky (HT), bantuan mulai berdatangan ke Aceh Tamiang. Helikopter dan kapal dari Belawan membawa logistik menuju wilayah-wilayah yang terdampak paling parah, termasuk Kecamatan Manyak Payed.

Di lapangan, aparat kecamatan bersama para Pj Datok Penghulu dan seluruh personel bekerja siang dan malam memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menutup sambutannya, Moammar berpesan agar para Datok Penghulu yang baru tidak sungkan belajar dari para pendahulu maupun Pj Datok yang telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai persoalan pemerintahan.

Suasana yang semula khidmat pun berubah cair ketika ia melontarkan gurauan.

"Kalau datok incumbent yang terpilih lagi, mau bertanya kepada siapa? Dia sudah menjadi suhunya," ucapnya, disambut gelak tawa para hadirin.

Di balik canda itu tersimpan pesan yang serius. Moammar mengajak seluruh Datok Penghulu menutup lembaran kompetisi politik yang telah usai. Kini, katanya, saatnya seluruh energi diarahkan untuk satu tujuan, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan bersama-sama membangun kampung yang lebih sejahtera. (Sutrisno)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement