Breaking News
Memuat breaking news...

Sesosok Mayat Dalam Kondisi Membusuk Ditemukan di Bangkai Kapal Pertamina

Redaksi
Redaksi
Rabu, 23 September 2026 - 3.32 PM WIB
Sesosok Mayat Dalam Kondisi Membusuk Ditemukan di Bangkai Kapal Pertamina
KAPOLSEK Pangkalansusu AKP Deddi YP Ginting menjelaskan kepada keluarga korban tentang perlunya autopsi untuk proses hukum.Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANGKALANSUSU (Waspada.id): Sebelas hari hilang, Edy Syahputra, akhirnya ditemukan tewas dengan kondisi sudah membusuk di dalam bangkai kapal Cherang VII Palembang milik Pertamina di dermaga Arim Bem, Kel. Beras Basah, Kec. Pangkalansusu, Rabu (23/9).

Penemuan sesosok mayat pria yang kondisi fisiknya nyaris tidak dikenali lagi ini karena sudah menggembung dan bagian kulit yang sudah terkelupas pada pagi itu sontak saja menghebohkan masyarakat di 'kota minyak' Pangkalansusu.

Temuan mayat ini segera dilaporkan warga ke Polsek Pangkalansusu. Proses evakuasi mayat yang berada di dalam ruang kamar mesin kapal berlangsung sulit karena situasi air laut mulai bergerak pasang dan air memasuki lambung kapal.

Setelah jasad mayat berhasil dievakuasi ke luar dari bangkai kapal, kondisi fisik korban sangat sulit untuk diidentifikasi. Adapun tanda khusus yang dapat memastikan bahwa mayat bernama, Edy Syahputra, warga Kel. Beras Basah, adalah tato yang terdapat di lengannya.

Untuk keperluan visum luar, mayat dievakuasi ke Puskesmas Bukit Jengkol di Jalan Tambang Minyak. Menurut dugaan sementara, kematian tragis ayah dari empat orang anak ini akibat tenggelam saat memasuki ruang kapal yang dipenuhi air laut.

Kapolsek Pangkalansusu AKP Deddi YP Ginting, SH, MH, bersama Wakapolsek Iptu W. Situmorang, Kanit Reskrim Ipda Alfan, SH dan sejumlah anggota yang turun ke Puskesmas menyarankan kepada keluarga korban agar mayat diautopsi.

Di hadapan abang korban, AKP Deddi Ginting menjelaskan, proses hukum berupa autopsi diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian. "Kita tak ingin ada cerita negatif yang berkembang di kemudian hari tentang kematian korban, karena itu untuk kepastian hukum harus dilakukan autopsi," ujarnya.

Namun, permintaan autopsi ditolak abang kandung korban. Isteri korban, Mariam, yang tampak terus menangis akibat kematiang snag suami juga menolak keras dilakukan autopsi. Mereka menyatakan sudah ikhlas atas kejadian ini dan mereka tidak mau mayat diautopsi.

Karena pihak keluarga tetap bersikukuh tidak mau dilakukan autopsi, Kapolsek meminta kepada keluarga korban agar membuat testimoni penolakan dan sekaligus membuat surat pernyataan secara tertulis di atas matrai.

Di dermaga khusus milik Pertamina ini ada terdapat beberapa unit bangkai kapal yang sudah puluhan tahun tidak beroperasi lagi. Bangkai kapal yang berada di pinggiran laut ini berpotensi dapat mengundang kawanan maling untuk menyatroni materi besinya yang memiliki nilai ekonomi relatif tinggi. (id24)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement