Breaking News
Memuat breaking news...

Setelah Menyantap MBG, 30 Siswa MTsN 2 Asahan Diduga Keracunan

Redaksi
Redaksi
Senin, 14 September 2026 - 4.20 PM WIB
Setelah Menyantap MBG, 30 Siswa MTsN 2 Asahan Diduga Keracunan
Sejumlah siswa MTsN 2 Kisaran menjalani perawatan inap di RSUD Kisaran setelah diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap MBG di sekolah. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KISARAN (Waspada.id): Setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), 30 siswa MTsN 2 Asahan diduga mengalami keracunan makanan dan mendapat perawatan medis. Sebanyak 13 siswa menjalani rawat inap di RSUD Kisaran, Senin (14/9).

Operator MTsN 2 Kisaran, Rahmad Setiadi, saat memantau siswanya yang dirawat di RSUD Kisaran, menuturkan, kejadian bermula ketika pihak sekolah membagikan MBG sekitar pukul 11.30 WIB. Selanjutnya, pukul 12.00 WIB, para siswa menyantap makanan tersebut. Tidak berselang lama, sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah siswa mengeluh sakit perut, mual, dan muntah. Mereka kemudian mendapat perawatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sebelum dirujuk ke RS Bukit Barisan Kisaran dan rumah sakit terdekat. Sebanyak 13 siswa dibawa ke RSUD Kisaran.

"Menu makanan ada rendang ayam, tempe, acar timun dan wortel, serta semangka," jelas Rahmad.

Ditanya berapa siswa yang menerima manfaat MBG, Rahmad mengatakan, sebanyak 800 siswa MTsN 2 Asahan telah menerima program tersebut selama sekitar satu tahun. Menurutnya, dugaan keracunan makanan ini baru pertama kali terjadi.

"Sekitar 30 siswa yang diduga mengalami keracunan," jelas Rahmad.

Disinggung mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan MBG tersebut, Rahmad mengatakan, "Kalau tidak salah, dari SPPG Polres Asahan."

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Kisaran, dr. Eka Wilda Sari, menuturkan, sebanyak 13 siswa MTsN 2 Asahan menjalani perawatan dengan keluhan sakit perut, mual, muntah, dan pusing.

"Kami belum bisa menyimpulkan terlalu dini karena para pasien masih dalam perawatan medis dan observasi untuk mengetahui dengan jelas penyakit yang diderita," jelas Eka.

Eka menjelaskan, berdasarkan wawancara dengan siswa dan pihak sekolah, keluhan tersebut muncul setelah mereka menyantap makanan.

"Oleh sebab itu, 13 siswa ini akan dirawat inap untuk dilakukan observasi sehingga jelas penyebab sakit pasien. Sejauh ini kondisi 13 pasien baik. Namun demikian, kami tetap melakukan observasi," jelas Eka. (id40)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement